Peristiwa ini membuat akses warga menuju pusat ekonomi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan terhambat, memaksa mereka menempuh jalur alternatif selama berjam-jam.
Jembatan sepanjang 90 meter yang membentang di atas Sungai Cibuni ambruk setelah hujan deras menyebabkan sungai meluap.
Kondisi saat ini membuat jembatan tidak dapat digunakan sama sekali, menimbulkan kesulitan bagi warga yang sehari-hari mengandalkan jalur tersebut.
"Sekarang kami harus memutar melalui jalur lain, perjalanan yang biasanya 15 menit menjadi sekitar dua jam. Ini sangat merepotkan," kata salah seorang warga setempat, Rina (42).
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan atau menyediakan jembatan darurat agar mobilitas mereka kembali normal.
Selain itu, akses yang terganggu dikhawatirkan berdampak pada kegiatan ekonomi dan pendidikan di tiga desa tersebut.
BPBD Kabupaten Cianjur menyatakan akan melakukan survei lokasi untuk menentukan langkah cepat penanganan dan mitigasi risiko bencana lanjutan.
"Prioritas kami adalah memastikan warga aman dan menyiapkan rencana rekonstruksi jembatan. Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Kepala BPBD Cianjur, Andi Nugroho.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur di daerah rawan banjir agar masyarakat tidak mengalami kerugian berulang saat musim hujan.*
(km/um)
Editor
: Adelia Syafitri
Banjir Bandang Putuskan Jembatan Gantung di Cianjur, Warga Terpaksa Putar Jalan Berjam-jam