MEDAN - Salah satu titik Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) di KM 41+600 B, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, amblas akibat hujan berintensitas tinggi yang meningkatkan debit air Sungai Batu Gingging dan menggerus pondasi timbunan jalan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dalam hal ini PT Jasamarga Kualanamu Tol, menutup sementara jalur terdampak untuk melakukan penanganan cepat.
"Langkah darurat sudah ditempuh, termasuk pengamanan lokasi, pemeriksaan struktur jembatan, penataan aliran air, dan mobilisasi alat berat," ujar Dody, Sabtu, 29 November 2025.
BPJT, Jasamarga, dan Polri terus berkoordinasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Rekayasa lalu lintas diterapkan mulai Jumat, 28 November, dengan penutupan jalur arah Medan di KM 43 B dan pengalihan arus keluar melalui Gerbang Tol Paluh Kemiri dan Kualanamu. Jalur arah Tebing Tinggi di KM 6 A dialihkan melalui Gerbang Tol Lubuk Pakam.
Personel pengamanan yang dikerahkan mencakup Tim 203, MCSS 210, MCS 212, unsur rescue, serta unit PJR 40.
Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan rute alternatif yang telah disiapkan.
Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi memiliki panjang 61,70 kilometer dan menjadi jalur vital untuk menghubungkan Medan dengan Kisaran, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Parapat, dan kawasan Danau Toba.
Perbaikan prioritas dilakukan agar konektivitas tol kembali normal secepat mungkin, terutama menjelang arus perjalanan Natal dan Tahun Baru.*
(v/um)
Editor
: Adelia Syafitri
Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Amblas, Menteri PU Minta Penanganan Darurat