BREAKING NEWS
Jumat, 10 April 2026

Banjir dan Longsor Melanda Sumatera, ESDM: Curah Hujan Ekstrem Jadi Faktor Dominan

Raman Krisna - Minggu, 30 November 2025 09:27 WIB
Banjir dan Longsor Melanda Sumatera, ESDM: Curah Hujan Ekstrem Jadi Faktor Dominan
Banjir dan longsor di Dusun Pengkolan Desa Luat Lombang Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap penyebab utama banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Plt. Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menyampaikan duka cita atas bencana tersebut dan menekankan fokus pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak serta pemulihan wilayah.

"Prioritas utama pemerintah adalah keselamatan warga dan pemulihan kawasan terdampak," ujar Lana, Minggu (30/11/2025) di Jakarta.

Baca Juga:

Menurut Lana, bencana yang terjadi di Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dipicu oleh tiga faktor utama.

Curah hujan tinggi hingga ekstrem menjadi penyebab dominan.

Kondisi geomorfologi yang curam hingga sangat curam, serta litologi lapuk dan mudah tererosi, memperparah kerentanan wilayah tersebut.

"Peningkatan kapasitas masyarakat di desa rawan bencana melalui identifikasi tanda awal longsor, jalur evakuasi, serta revitalisasi vegetasi lereng menjadi fondasi pencegahan di tingkat tapak," tambah Lana.

Selain itu, pengendalian tata guna lahan di lereng curam, termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan, dinilai penting menurunkan risiko bagi permukiman.

Di Sumatera Utara, longsor di dua kabupaten terutama terjadi di kawasan perbukitan curam yang mengelilingi Kota Sibolga.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, wilayah ini termasuk zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi, yang rentan terhadap bencana.

Pandangan serupa disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

BMKG mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 95B sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka, yang meningkatkan intensitas hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon 95B. BMKG terus memantau intensitasnya dan meminta stakeholder terkait memastikan langkah mitigasi," kata Faisal.

Selain itu, BMKG mendeteksi Meso Siklon Konvektif Kompleks (Mesoscale Convective Complex/MCC) di Samudra Hindia barat Sumatra, yang berpotensi memicu bencana susulan.

MCC merupakan sistem badai petir berskala besar yang dapat menimbulkan hujan ekstrem dalam durasi panjang, angin kencang, dan hujan es.*


(oz/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BMKG Turun Langsung ke Medan, Operasi Modifikasi Cuaca Digeber untuk Redam Hujan Ekstrem Sumatra
Kodam I/BB Bangun Jembatan Darurat dari Kayu Hanyut, Warga Tapanuli Selatan Kembali Bisa Lewat
Gubernur Bali Koster Dorong Universal Coverage BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Nonformal
Tragedi Banjir Sumbar: 6 Jembatan Rusak, Kerugian Capai Rp202 Miliar
Update Bencana Aceh–Sumatera: 303 Korban Tewas, Akses Utama Masih Terputus
Banjir dan Longsor di Sumatera, Kepala BP BUMN: Akibat Pembalakan Hutan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru