BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Banjir Bandang Aceh, Sumbar, dan Sumut: 447 Jiwa Tewas, 399 Masih Hilang

Abyadi Siregar - Selasa, 02 Desember 2025 10:28 WIB
Banjir Bandang Aceh, Sumbar, dan Sumut: 447 Jiwa Tewas, 399 Masih Hilang
Presiden Prabowo saat meninjau langsung wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera, Senin (1/12/2025). (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan data terbaru korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, total warga terdampak mencapai 33.620 orang, dengan 33.173 selamat, 447 meninggal, dan 399 masih dalam pencarian.

"Jumlah warga terdampak bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut mencapai 33.620 jiwa. Kami telah mengevakuasi 447 korban meninggal dan masih mencari 399 jiwa," ujar Syafii, Senin (1/12/2025).

Baca Juga:

Syafii menjelaskan, bencana yang melanda ketiga provinsi ini bersumber dari fenomena hidrometeorologi, yang menyebabkan banjir bandang dan longsor dengan dampak luar biasa.

Di Aceh, tercatat 1.146 warga terdampak, 102 meninggal, 116 hilang, dan 1.044 selamat.

Operasi SAR di bawah koordinasi Kantor SAR Banda Aceh melibatkan 165 personel Basarnas, 224 potensi SAR, dan tambahan 389 personel dari berbagai unit.

Peralatan yang digunakan antara lain 4 drone, 1 kapal, 18 perahu karet, 8 rescue truck, dan 10 rescue car.

Di Sumut, terdapat 3.029 warga terdampak, dengan 2.812 selamat, 217 meninggal, dan 168 hilang.

Tim SAR terdiri dari 121 personel Basarnas dan 5.379 potensi SAR, didukung helikopter, drone, kapal, serta 24 perahu karet.

Di Sumbar, jumlah warga terdampak mencapai 29.445 jiwa, dengan 29.317 selamat, 128 meninggal, dan 115 masih hilang.

Operasi SAR menggunakan helikopter, drone, kapal, 19 perahu karet, 6 rescue truck, dan 10 rescue car, termasuk dukungan kapal KN Ganesha dari Jakarta.

Syafii menekankan, operasi SAR menghadapi tantangan berat karena bencana banjir bandang dan longsor tersebar di area luas, kondisi terisolir, serta komunikasi yang sulit.

Para anggota SAR bahkan menghadapi kelelahan ekstra dalam tiga hari pertama penanganan.

"Bencana ini memerlukan tenaga ekstra karena tidak seperti kejadian lokal di satu titik, melainkan tersebar luas dengan kondisi medan sulit dan komunikasi terhambat," jelasnya.

Basarnas berkomitmen terus memperbarui data korban dan mengoptimalkan operasi penyelamatan dengan koordinasi seluruh potensi SAR demi keselamatan warga terdampak.*


(bb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pastikan Penanganan Banjir yang Tepat, Bupati Batu Bara Tinjau Lokasi Banjir di Desa Sido Mulyo dan Tanjung Mulia
Bahlil Siap Evaluasi Tambang di Sumatra Pasca Banjir, Martabe Disebut Tidak Terlibat
Banjir dan Longsor di Sumatra Diperkirakan Rugikan Rp68,67 Triliun
Krisis BBM di Serdang Bedagai, Warga Rela Antre Sejak Subuh
Status Bencana Nasional Diserahkan ke Presiden, DPR Fokus Evakuasi dan Rekonstruksi Cepat
286 SPPG Jadi Dapur Umum, Penuhi Kebutuhan Gizi Korban Bencana Sumatera
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru