Tim SAR gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Aek Ngadol, Kec. Batang Toru, Kab. Tapsel, Rabu (3/12/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyebut penambahan korban paling besar terjadi di Aceh.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada Kamis, 4 Desember, menemukan 48 jenazah di sejumlah titik terdampak di provinsi tersebut.
"Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa. Penambahan paling banyak ditemukan di Provinsi Aceh, totalnya kini mencapai 325 korban," kata Abdul dalam keterangan resminya.
Aceh menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi, disusul Sumatera Utara dengan 311 korban meninggal, dan Sumatera Barat dengan 200 korban.
BNPB menegaskan jumlah ini sangat mungkin kembali meningkat, mengingat proses identifikasi dan pencarian masih berlangsung.
"Korban hilang di tiga provinsi yang masih dilakukan pencarian sebanyak 518 jiwa," ujar Abdul.
Tim SAR gabungan sejak pagi hingga petang masih melakukan penyisiran di area yang aksesnya baru bisa dibuka kembali setelah cuaca membaik.
Selain korban jiwa, bencana yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir itu juga memaksa 817 ribu warga mengungsi.
Para pengungsi tersebar di berbagai titik di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
BNPB memastikan suplai logistik masih terus dikirim, baik melalui jalur udara maupun darat. Sejumlah akses utama yang sempat terputus kini mulai dapat dilintasi kendaraan.
"Dukungan logistik sebagian besar masih kami kirimkan lewat udara, namun jalur darat sudah mulai bisa dilalui," kata Abdul.
Pemerintah pusat sebelumnya juga telah membentuk satuan tugas gabungan untuk menelusuri penyebab bencana, termasuk dugaan kerusakan kawasan hutan yang memperburuk dampak banjir dan longsor.*