BANDA ACEH – Pemulihan pasokan listrik di Aceh terus dikebut setelah 12 tower transmisi tegangan tinggi runtuh diterjang banjir bandang pada awal Desember 2025.
PT PLN Unit Induk Wilayah Aceh melaporkan bahwa sekitar 80 persen wilayah Aceh telah kembali menyala dari total 23 kabupaten/kota yang terdampak.
PLN menyebut kerusakan tower transmisi menyebabkan gangguan luas pada sistem kelistrikan. Namun pemulihan bertahap telah dilakukan sejak hari pertama bencana.
Wilayah yang Sudah Menyala 100 Persen Pasokan listrik sepenuhnya pulih di 13 daerah berikut: - Kota Banda Aceh - Kota Sabang - Kota Lhokseumawe - Kota Subulussalam - Kabupaten Aceh Selatan - Kabupaten Aceh Besar - Kabupaten Pidie - Kabupaten Simeulue - Kabupaten Aceh Singkil - Kabupaten Aceh Barat Daya - Kabupaten Aceh Jaya - Kabupaten Nagan Raya - Aceh Tenggara
Sementara sejumlah warga masih terlihat melintas di ruas-ruas jalan penuh puing banjir, seperti di Desa Bukit Tempurung, Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu titik terdampak parah.
Wilayah yang Baru Menyala Sebagian Pemulihan masih berlangsung di sembilan daerah berikut: - Kabupaten Pidie Jaya - Kabupaten Aceh Barat - Kabupaten Bireuen - Kabupaten Aceh Timur - Kabupaten Aceh Tengah - Kota Langsa - Kabupaten Aceh Tamiang (mengandalkan GI Langsa + genset) - Kabupaten Aceh Utara - Kabupaten Gayo Lues
Wilayah yang Masih Padam Total - Kabupaten Bener Meriah
PLN menegaskan bahwa daerah yang masih padam merupakan wilayah yang paling sulit diakses akibat putusnya jaringan transmisi dan kondisi medan ekstrem.
Salah satu titik paling krusial yang masih dikerjakan adalah transmisi Arun–Bireuen. Perbaikan di jalur ini memerlukan alat penarik kabel khusus yang harus didatangkan langsung dari Jakarta.
"Pemulihan transmisi jalur Arun–Bireuen masih penuh tantangan karena kami harus mendatangkan alat penarik kabel khusus transmisi akibat medan ekstrem," ujar PLNAceh dalam keterangan resminya, Sabtu (6/12).
PLN menargetkan seluruh subsistem Aceh tersambung kembali setelah penarikan kabel tegangan tinggi di jalur Arun–Bireuen selesai.
Pada Sabtu, 5 Desember, pemulihan diproyeksikan mencapai 90 persen, sementara penyelesaian penuh ditargetkan pada Minggu, 7 Desember 2025.*