BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

BNPB Catat Lonjakan Korban Jiwa di Sumatra Pascabanjir dan Longsor: 1.182 Orang Tewas, 238 Ribu Warga Mengungsi

Raman Krisna - Jumat, 09 Januari 2026 18:03 WIB
BNPB Catat Lonjakan Korban Jiwa di Sumatra Pascabanjir dan Longsor: 1.182 Orang Tewas, 238 Ribu Warga Mengungsi
Warga terdampak banjir dan longsor di Desa Aek Nabara, Tapsel. (foto: Gus Irawan Pasaribu/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat bencana alam di Pulau Sumatra mencapai 1.182 jiwa, Jumat (9/1/2026).

Selain itu, sebanyak 145 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah pengungsi kini tercatat 238.627 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdullah Muhari, menyampaikan penambahan korban jiwa terjadi dalam dua hari terakhir dari beberapa wilayah terdampak.

Baca Juga:

"Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," kata Abdullah dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Meski sebagian wilayah di Aceh telah beralih dari status tanggap darurat ke masa transisi, empat kabupaten tetap memperpanjang status tanggap darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.

Abdullah menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah pemulihan akses jalan darat dan distribusi logistik ke titik-titik pengungsi yang sulit dijangkau.

Di Provinsi Aceh, korban meninggal tercatat 544 orang, hilang 31 orang, dan pengungsi mencapai 214.084 jiwa.

Wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak adalah Aceh Utara, diikuti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Bireuen.

Di Sumatra Utara, total korban meninggal tercatat 374 jiwa, dengan 42 orang masih hilang dan 13.689 jiwa mengungsi.

Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa dan orang hilang terbanyak, disusul Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Sementara itu, di Sumatra Barat, BNPB mencatat 264 korban meninggal, 72 orang hilang, serta 10.854 jiwa mengungsi.

Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, disusul Padang Pariaman dan Padang Panjang.

Abdullah menegaskan pencarian korban masih terus dilakukan, terutama di Aceh, seiring perpanjangan status tanggap darurat tingkat provinsi selama 14 hari, mulai 8 hingga 22 Januari 2026.

"Pencarian korban akan terus dilakukan sambil mempercepat distribusi bantuan kepada pengungsi," ujarnya.

Fenomena banjir dan longsor ini menjadi salah satu bencana terparah dalam sejarah Sumatra, dengan dampak luas terhadap masyarakat dan infrastruktur di tiga provinsi utama.*


(cn/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Masa Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 22 Januari, Sekda Aceh Paparkan Strategi Quick Win 14 Hari dan Program 30 Hari untuk Pemulihan Pascabencana
Kodim Jakarta Utara Latih 67 Prajurit Operasikan Mobil Damkar, Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran
CSR BRI Hadir untuk Warga Tapsel Terdampak Bencana, 47 KK Terima Dana Tunggu Hunian
BNBA Huntap dan Huntara Sumut Masih Ada yang Belum Terkirim ke Pusat, Bobby Nasution: Harus Masuk Minggu Ini!
Dua Pekan Gajah Liar Teror Pemukiman Aceh Timur, BKSDA Sulit Masuk Karena Banjir
Wagub Sumut Bahas Pemulihan Pascabencana bersama Mendagri, Ini Lima Daerah yang Jadi Fokus Utama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru