Bukan Main! Blending Batu Bara Kini Wajib Izin Langsung Menteri ESDM
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan aturan baru yang memperketat pengawasan praktik pencampuran atau b
EKONOMI
TAPANULI SELATAN – Belum genap sepekan diresmikan, Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana retakan tanah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menuai keluhan warga.
Genangan air di kolong rumah dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan.
Huntara Simarpinggan tersebut diresmikan pada Kamis, 5 Februari 2026, oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).Baca Juga:
Peresmian turut dihadiri Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nilwan Harahap, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, serta Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.
Sekitar 186 kepala keluarga tercatat menempati hunian tersebut.
Namun pada Rabu, 11 Februari 2026, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi lingkungan di sekitar huntara.
Seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengatakan genangan air di kolong rumah mulai menimbulkan persoalan.
"Sejak diresmikan, kolong rumah selalu digenangi air. Kalau hujan turun sekali saja, air langsung penuh. Nyamuk sudah mulai banyak. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit seperti demam berdarah," ujarnya.
Menurut dia, persoalan drainase sebenarnya telah dilaporkan sebelum peresmian.
Kepala desa setempat, kata dia, telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak pengelola pembangunan.
Selain itu, jarak sumur bor yang dinilai terlalu dekat dengan hunian juga dikhawatirkan memicu persoalan sanitasi dan aroma tidak sedap.
Warga menilai perencanaan aliran drainase kurang matang sehingga air hujan tidak terkelola dengan baik dan menggenangi area bawah rumah.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan memperburuk kualitas lingkungan dan kesehatan penghuni.
Saat dikonfirmasi, salah seorang koordinator pengelolaan huntara melalui Babinsa Kecamatan Angkola Selatan menyatakan bahwa setelah proses serah terima, tanggung jawab pengelolaan berada di pemerintah desa.
"Karena sudah diserahterimakan, itu menjadi tanggung jawab kepala desa setempat," ujarnya.
Sementara itu, Johannes, salah satu pihak yang disebut bertanggung jawab dalam pengelolaan Huntara Simarpinggan, mengatakan akan melakukan pengecekan di lapangan.
"Kami cek dulu melalui tim di lapangan. Setahu kami hanya di titik itu, lokasi lain masih aman," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten terkait langkah penanganan genangan air di kawasan huntara tersebut.*
(ad)
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan aturan baru yang memperketat pengawasan praktik pencampuran atau b
EKONOMI
BOGOR Kejaksaan Agung (Kejagung) menyegel sebuah gudang penyimpanan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Sentul, Kab
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kodim
POLITIK
JAKARTA Pemerintah Aceh bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membahas revisi UndangUndang Pemerintahan Aceh (UUPA) dalam sebua
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU Kantor dan rumah dinas milik PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah p
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris sekaligus pendiri Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus,
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanji
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, meninjau langsung kondisi jembatan di Kelurahan Mendahara, Kecamatan Menda
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan
PEMERINTAHAN