Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
PEMATANGSIANTAR - Puluhan nasabah mendatangi kantor Bank BNI di Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Jumat, 24 April 2026.
Mereka menuntut pengembalian dana lebih dari Rp4,2 miliar yang diduga hilang dalam skema investasi berkedok koperasi Swadharma.
Aksi para nasabah sempat memicu ketegangan di halaman kantor cabang.Baca Juga:
Emosi massa yang meningkat membuat situasi nyaris mengganggu operasional perbankan.
Namun aparat kepolisian yang telah disiagakan berhasil meredam kericuhan sehingga kondisi kembali kondusif.
Salah satu korban, Hotna Lumbantoruan, mengatakan kasus ini bermula sejak 2009.
Saat itu, para nasabah disebut diarahkan untuk menempatkan dana dalam bentuk deposito koperasi yang dikelola di lingkungan BNI Cabang Pematangsiantar, dengan iming-iming bunga 1 hingga 4 persen.
Namun, menurut para nasabah, pembayaran bunga hanya berjalan sekitar tiga bulan sebelum berhenti tanpa kejelasan.
Sejak saat itu, dana yang mereka simpan tidak pernah kembali.
"Sudah bertahun-tahun kami menunggu, tapi tidak ada kejelasan," kata Hotna.
Para nasabah juga membandingkan kasus ini dengan perkara serupa di Aek Nabara, yang disebut sempat viral dan berhasil mengembalikan dana nasabah senilai Rp28 miliar.
Ketegangan kembali terjadi saat proses mediasi berlangsung.
Emosi para nasabah kembali tersulut setelah seorang pegawai diduga menanggapi aksi mereka dengan sikap yang dianggap tidak pantas.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya kembali dikendalikan aparat.
Kasus ini sebelumnya telah menyeret mantan Kepala Koperasi BNI Siantar, Rahmad, yang pada 2019 divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Pematangsiantar atas kasus penipuan dan penggelapan dana nasabah.
Para korban juga telah menempuh jalur hukum hingga Mahkamah Agung. Putusan berkekuatan hukum tetap disebut telah memerintahkan pihak pengurus koperasi untuk mengganti kerugian, namun hingga kini eksekusi belum terealisasi.
Menanggapi aksi tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan bahwa persoalan yang dipermasalahkan nasabah berkaitan dengan aktivitas koperasi, bukan produk perbankan BNI.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan koperasi yang dimaksud merupakan entitas independen dan tidak memiliki hubungan kelembagaan dengan BNI.
"Kasus ini sedang dalam proses hukum dan kami menghormati seluruh proses yang berjalan," ujar Okki.
BNI juga menyatakan berkomitmen mengikuti putusan hukum yang berlaku serta menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas operasional perbankan.*
(hsjp/ad)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI