BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Meski Diguyur Hujan, Aliansi Rakyat Memanggil Tetap Bertahan Suarakan 10 Tuntutan untuk Pemerintah

Johan - Sabtu, 13 Juni 2026 20:22 WIB
Meski Diguyur Hujan, Aliansi Rakyat Memanggil Tetap Bertahan Suarakan 10 Tuntutan untuk Pemerintah
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/6/2026). (foto: @cravenrvnx/x)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

- Lindungi hak-hak pekerja. Hentikan eksploitasi PRT, guru, buruh tani, buruh tambang, buruh pabrik, pekerja platform digital, dan seluruh pekerja sektor informal. Hentikan praktik informalisasi kerja yang menghilangkan hak-hak pekerja melalui skema kemitraan semu dan kontrak yang eksploitatif. Jamin upah layak, perlindungan sosial, kesehatan, keselamatan kerja, serta tegakkan aturan terhadap perusahaan dan pemodal yang melanggar hak pekerja.

- Segera lakukan penindakan kepada perusahaan aplikasi transportasi online yang melanggar KP 667 dan 1001. Keluarkan pasal bermasalah dalam Perpres 27 tahun 2026 tentang kontrak kemitraan berjangka. Segera buat naskah akademik untuk RUU Transportasi Online dan libatkan organisasi Ojek Online dalam proses penyusunan dan pembahasannya

- Bebaskan seluruh tahanan politik dan warga yang dikriminalisasi akibat menyuarakan kritik serta terlibat dalam gelombang aksi rakyat. Hentikan teror, intimidasi, kriminalisasi, pengawasan, dan segala bentuk pembungkaman terhadap gerakan rakyat, jurnalis, akademisi, seniman, dan pembela HAM

- Jamin hak rakyat atas tanah, perumahan, dan ruang hidup yang layak. Hentikan penggusuran paksa, perampasan tanah, komersialisasi ruang publik, serta kebijakan pembangunan yang mengorbankan warga demi kepentingan investor dan elite. Usut dan tuntaskan korupsi Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Aksi yang berlangsung hingga malam hari itu sempat memanas setelah sebagian massa bertahan di lokasi dan membakar ban serta water barrier di tengah jalan.

Namun api kemudian berhasil dipadamkan, dan situasi berangsur kondusif.

Hingga pukul 18.17 WIB, arus lalu lintas di simpang tiga Gejayan kembali dibuka.

Sebagian massa telah membubarkan diri, sementara sebagian lainnya masih bertahan sambil melanjutkan orasi.*


(km/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aksi Mahasiswa Dituding Ditunggangi Pihak Tertentu, BEM UI Bantah: Sebut Saja Namanya, Jangan Sekadar Asumsi!
Kepala Bakom RI: Presiden Prabowo Jadi “Panglima Paling Depan” Lawan Kebocoran APBN, Mahasiswa Harusnya Dukung
Pemerintah Klaim Berhasil Pangkas Pemborosan APBN Senilai Rp300 Triliun
Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Menyusut Drastis Sejak 2018
Diduga Penyusup Aksi Mahasiswa di Bundaran HI, Polisi Tetapkan Pria Pembawa Bom Molotov sebagai Tersangka
Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Ruang Fiskal Makin Menyempit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru