Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Massa kemudian melakukan longmarch menuju Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.
Sesampainya di lokasi, peserta aksi membentangkan spanduk berukuran besar di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Mereka kemudian menutup sebagian Jalan Gubernur Suryo sehingga arus lalu lintas dialihkan.
Massa secara bergantian menyampaikan orasi dan membakar sejumlah pakaian serta barang bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes.
Juru bicara Front Anti Kapitalisme, Septia, mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan sekaligus eskalasi dari berbagai aksi protes masyarakat sipil yang sebelumnya telah dilakukan di Surabaya.
"Untuk yang hari ini adalah perpanjangan atau nafas dari perlawanan Kota Surabaya. Seperti yang kita lihat per hari ini apa-apa mahal. Terus bahan pokok juga naik," kata Septia.
Menurut Septia, tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Selain itu, massa juga mendesak pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa Merah Putih.
Mereka meminta pemerintah memenuhi janji untuk menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.
Tak hanya mengangkat isu nasional, peserta aksi juga menyoroti persoalan lokal di Jawa Timur.
Mereka mendesak pemerintah menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land.
"Hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land. Dan bebaskan seluruh tahanan politik dan pulihkan nama baik mereka, termasuk tahanan politik yang disebut dengan nama Komar," ujar Septia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.