Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial AL (30) ditemukan meninggal dunia di halaman Apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Jumat (10/7/2026).
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan, berdasarkan informasi awal, korban diduga terjatuh dari lantai 12 apartemen sekitar pukul 05.00 WIB.
Baca Juga:
"Kabarnya korban jatuh dari lantai 12, kamar 26," kata Herman, Sabtu (11/7/2026).
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka yang sangat berat. Salah satu bagian tubuh korban mengalami cedera parah akibat benturan keras.
"Untuk kondisi kakinya benar putus di sebelah kanan," ujarnya.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
"Jenazah korban sudah diotopsi lalu diserahkan ke keluarga," ucap Herman.
Herman menjelaskan, hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian korban.
Informasi awal yang diterima polisi menyebutkan korban berada seorang diri di dalam kamar apartemen sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Kabarnya korban sendirian di kamar itu. Lalu bunuh diri dengan melompat. Tapi ini masih diselidiki apakah benar atau tidak serta penyebab kematian," ungkap Herman.
Pantauan di lokasi, area tempat ditemukannya korban masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, seorang petugas keamanan apartemen yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan terdapat beberapa informasi yang berkembang di lingkungan apartemen terkait insiden tersebut.
Menurutnya, sebagian penghuni menduga korban mengakhiri hidupnya sendiri.
Namun, ada pula yang menyebut sempat terjadi keributan sebelum peristiwa itu terjadi.
"Ada yang bilang bunuh diri. Tapi ada juga yang bilang sempat ribut sama orang lain," ujarnya.
Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap secara pasti rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berlangsung.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.