BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Mordent Aesthetic Clinic, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan

Adelia Syafitri - Senin, 27 Juli 2026 08:30 WIB
Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Mordent Aesthetic Clinic, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan
Mordent Aesthetic Clinic. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo (42) yang ditemukan di Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela No. 208, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).

Kasus ini menjadi perhatian karena keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu dijelaskan.

Polisi pun menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Baca Juga:

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Saat ditemukan, korban disebut dalam kondisi mulut berbusa.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di bangunan klinik yang diketahui sudah tidak lagi beroperasi selama beberapa tahun terakhir.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk menyusun kronologi secara utuh.

Penyidik telah meminta keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh," kata Budi Hermanto.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami akan menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan setelah memperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Budi.

Di tengah proses penyelidikan, media sosial turut diramaikan dengan berbagai narasi mengenai kepemilikan Mordent Aesthetic Clinic.

Salah satunya berasal dari unggahan akun X @emaididyea yang membagikan tangkapan layar berisi klaim seseorang yang mengaku sebagai mantan karyawan klinik tersebut.

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa korban pernah bekerja di klinik selama dua tahun dan tinggal di lokasi tersebut.

Unggahan yang sama juga memuat klaim mengenai kepemilikan klinik.

Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, dr. Lintasari Putri tercatat sebagai pemilik (owner) Mordent Aesthetic Clinic.

Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan hubungan informasi tersebut dengan berbagai klaim yang beredar di media sosial.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan Mordent Aesthetic Clinic tampak tidak lagi beroperasi.

Halaman depan dipenuhi dedaunan kering dan rumput liar. Cat bangunan terlihat kusam, sementara beberapa bagian atap dan plafon tampak mengalami kerusakan.

Neon box bertuliskan "Mordent" masih terpasang di bagian depan bangunan, namun kondisinya sudah memudar.

Di sekitar lokasi juga terlihat kendaraan bertuliskan Crime Scene Investigation Police yang digunakan dalam proses penyelidikan.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pada sekitar pukul 05.00 WIB, sebelum dinyatakan meninggal dunia, Sutrimo masih sempat berkomunikasi melalui telepon dengan adik iparnya.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, keluarga menerima kabar bahwa korban telah meninggal dunia.

Jenazah baru tiba di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB menggunakan ambulans yang disebut dipesan oleh orang yang tidak dikenal keluarga.

Menurut keluarga, ambulans tersebut membawa tiga orang, terdiri atas seorang sopir dan dua pria yang disebut memiliki postur menyerupai anggota militer.

Keluarga juga menyampaikan bahwa saat jenazah tiba, proses pemandian dan pengafanan telah dilakukan oleh pihak rumah sakit sehingga mereka hanya dapat melihat bagian wajah sebelum pemakaman.

Selain itu, keluarga mengaku hingga kini belum menerima barang-barang pribadi milik korban, seperti telepon genggam, dompet, kartu ATM, maupun pakaian yang dikenakan sebelum meninggal dunia.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung.

Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan perkara setelah seluruh fakta dan alat bukti berhasil dikumpulkan.* (di/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hebat di Banda Aceh, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar
Usai Jadi Tersangka TPPU, Akankah Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan?
Ini Alasan Febri Diansyah Mau Membela Febrie Adriansyah di Kasus TPPU
Kejagung Tahan Eks Jampidsus FA di Rutan KPK usai Ditetapkan Tersangka TPPU
Disinggung Soal Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Minta Penyidik yang Menjawab
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Ini Penjelasan Resmi KPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru