BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Update Gempa NTT: 3.752 Gempa Susulan, 75 Orang Meninggal dan 92.735 Warga Mengungsi

Administrator - Kamis, 20 Agustus 2026 18:17 WIB
Update Gempa NTT: 3.752 Gempa Susulan, 75 Orang Meninggal dan 92.735 Warga Mengungsi
Gempa M 5,8 di Kamp. Binaan, Desa Satar Kampas, Kab. Manggarai Timur, Kamis (20/8/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

Sejumlah gempa susulan masih dirasakan masyarakat, termasuk yang berkekuatan cukup besar.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan gempa susulan masih terus terjadi di wilayah terdampak.

Baca Juga:

"Hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, itu pada pukul 16.00 WIB, total jumlah gempa susulan sudah mencapai 3.752," kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, salah satu gempa susulan cukup kuat dirasakan pada Kamis pagi. Gempa tersebut tercatat berkekuatan magnitudo 5,7.

"Gempa ini terus dirasakan baik yang besar maupun kecil, dan kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Pada pukul 10.47 menit waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," sambungnya.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada dan siaga karena gempa susulan masih terjadi.

Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah atau bangunan lainnya.

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga. Bagi bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," jelas Berton.

BNPB juga memperbarui data kerusakan akibat gempa. Hingga Kamis, sebanyak 36.163 unit rumah tercatat mengalami kerusakan.

"Rumah yang rusak menurut data kami, kami perbaharui data-data kami ini menjadi 36.163 unit. Bertambah di catatan kami karena pendataan yang semakin akurat ada 7.187 unit," ujarnya.

Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT juga bertambah. BNPB mencatat 75 orang meninggal dunia hingga Kamis pukul 16.00 WIB.

"Hingga pukul 16.00 WIB pada hari ini, 20 Agustus 2026, kami tetap menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban gempa bumi ini, hingga saat ini mencapai 75 jiwa," ujar Berton.

Empat korban tambahan berasal dari tiga kabupaten.

Dua korban tercatat di Kabupaten Sikka, satu korban di Kabupaten Manggarai, dan satu korban lainnya di Kabupaten Nagekeo.

"Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai taulan, tetangga, dan seluruh kenalan serta seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang terluka juga bertambah menjadi 907 orang.

Sebelumnya, BNPB mencatat 898 orang mengalami luka-luka.

"Korban yang luka sebanyak 907 jiwa yang semula 898 jiwa, untuk hari ini kami mendapatkan data ketambahan sembilan jiwa yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," jelasnya.

Jumlah warga yang mengungsi juga meningkat karena gempa susulan masih berlangsung.

BNPB mencatat sebanyak 92.735 jiwa saat ini berada di lokasi pengungsian.

"Saat ini kami mencatat ada 92.735 jiwa yang semula ada 59.647 jiwa, sehingga di catatan kami bertambah 33.088 jiwa dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa," tuturnya.

BNPB terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Per 20 Agustus, bantuan logistik yang dikirim mencapai 102 ton pada hari tersebut.

"Kami menyampaikan bahwa per tanggal 19 Agustus 2026, logistik yang dikirimkan sebesar 167 ton. Dan hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton untuk donasi dan 60 ton untuk dari dana DSP, sehingga total hari ini yang bisa dikirim mencapai 102 ton," tuturnya.

Dampak gempa juga dirasakan sektor pendidikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 923 satuan pendidikan di NTT menerapkan pembelajaran dari rumah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan selain belajar dari rumah, sebanyak 171 sekolah menerapkan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih menjalankan pembelajaran tatap muka.

"Dilaporkan sebanyak 923 satuan pendidikan melaporkan menerapkan belajar dari rumah, 171 pembelajaran daring, 35 sekolah belajar di kelas darurat, dan 30 sekolah masih tatap muka," kata Atip dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).

Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan berupa 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 810 school kit, dan 400 family kit.

Pemerintah juga menyiapkan 100 ruang kelas darurat dalam bentuk tenda.

Ruang kelas tersebut ditujukan terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat dan ditargetkan mulai digunakan pada pekan depan.

"Penyiapan ruang kelas darurat bertahap untuk sekolah yang rusak berat. Saat ini kami sedang mendistribusikan 100 tenda ruang kelas yang diharapkan bisa mulai digunakan minggu depan untuk belajar anak," jelas Atip.

Kemendikdasmen telah menerbitkan panduan pembelajaran dalam situasi darurat.

Panduan tersebut memberikan fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan materi yang disampaikan kepada siswa.

"Kami juga mengharapkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat," ujarnya.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BEM USU Gelar Aksi di Lapangan Merdeka, Kritik MBG hingga Kebijakan Pemerintah: Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka?
Cuaca Ekstrem Melanda Medan, BPBD Catat 170 Rumah Rusak di 8 Kecamatan
29 Ribu Rumah Rusak, 82 Ribu Lebih Mengungsi, Ini Update Terbaru Dampak Gempa M7,7 NTT
Tak Perlu Cemas Soal Pangan: Mentan Amran Pastikan Gudang Buka 24 Jam Jamin Stok Korban Gempa NTT Aman hingga Setahun
Jangan Berani Kurangi Porsi dan Nutrisi: Menko Zulhas Pastikan Standar Menu MBG untuk Anak di Wilayah 3T Tetap Maksimal
Merawat Luka Batin Penyintas Bencana NTT: Langkah Nyata Wapres Gibran Gandeng Mahasiswa UI Hadirkan Trauma Healing di Lokasi Pengungsian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru