BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

Hutan Tropis Indonesia Seharusnya Sulit Terbakar, Lalu Mengapa Api Bisa Menguasai Kalimantan?

Dharma - Kamis, 20 Agustus 2026 20:58 WIB
Hutan Tropis Indonesia Seharusnya Sulit Terbakar, Lalu Mengapa Api Bisa Menguasai Kalimantan?
Kebakaran hutan di Kalimantan. (foto: @ferizandra/x)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Beruntung, dalam kedua kejadian tersebut api dapat segera dipadamkan sehingga kerusakan tidak meluas.

Sementara itu, perilaku perokok yang membuang puntung rokok sembarangan juga menjadi persoalan.

Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api ketika dibuang ke vegetasi kering, terutama di sepanjang jalan yang berbatasan dengan kawasan hutan.

Sebagian kebakaran yang bermula dari tepi jalan dan kemudian merembet ke kawasan hutan lindung diduga berkaitan dengan kebiasaan tersebut.

Dengan demikian, kebakaran hutan dan lahan bukan semata-mata persoalan hutan yang mudah terbakar.

Kerusakan ekosistem, pengeringan lahan gambut, musim kemarau, angin, serta aktivitas manusia dapat mengubah kawasan yang semula lembap menjadi sangat rentan terhadap api.

Menjaga kelembapan ekosistem, mencegah degradasi hutan dan gambut, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Saat Indonesia Rayakan Kemerdekaan, 4.700 Pekerja Migas PHI Tetap Bertugas 24 Jam
Cuaca Ekstrem Melanda Medan, BPBD Catat 170 Rumah Rusak di 8 Kecamatan
Update Harga Sembako Hari Ini: Cabai Rawit Naik, Beras hingga Minyak Goreng Terpantau Beragam!
Merawat Luka Batin Penyintas Bencana NTT: Langkah Nyata Wapres Gibran Gandeng Mahasiswa UI Hadirkan Trauma Healing di Lokasi Pengungsian
203 Korban Hilang Diduga Tak Tercatat Manifes, DPR Sebut Transportasi Laut RI Darurat usai 601 Kecelakaan Kapal
Belum Diverifikasi Tapi Sudah Diblokir, RI Kirim Nota Keberatan ke Saudi soal Dana Haji 2027 Rp66,6 Miliar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru