BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak

Dharma - Minggu, 23 Agustus 2026 10:10 WIB
Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak
Pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (foto: ANTARA FOTO/Gecio Viana)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 87 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal tersebut merupakan data kumulatif hingga Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Pada hari ini, secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," ujar Berton dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8).

Baca Juga:

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 orang mengalami luka berat.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang.

Selanjutnya Kabupaten Manggarai mencatat 285 orang mengalami luka.

"Jumlah orang-orang yang luka atau korban yang luka ada mencapai 1.298 jiwa, di mana yang luka berat sebanyak 336. Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa, ini merupakan luka yang terbanyak. Kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," tutur Berton.

Gempa susulan yang masih terjadi membuat jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. BNPB mencatat sebanyak 150.576 orang kini berada di lokasi pengungsian.

Sejak gempa utama mengguncang NTT pada 15 Agustus, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di sejumlah wilayah.

BNPB mencatat hingga Sabtu telah terjadi 5.012 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 124 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.

"Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali," ucap Berton.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya
BWS Sumatera I Perkuat Tepian Sungai Aih Bobo Gayo Lues, Cegah Erosi dan Banjir Bandang
Tinjau Karhutla Kalsel, KSAL Muhammad Ali: Tidak Separah yang Viral di Media Sosial
Usai dari Kalbar, Prabowo Cek Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, 591 Sekolah Sarawak Terpaksa Ditutup
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru