BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

Ancaman Cuaca Ekstrem, BPBD Simalungun Minta Kecamatan hingga Nagori Waspadai Banjir dan Longsor

Johan - Rabu, 26 Agustus 2026 12:03 WIB
Ancaman Cuaca Ekstrem, BPBD Simalungun Minta Kecamatan hingga Nagori Waspadai Banjir dan Longsor
Ilustrasi - Longsor Simalungun. (foto: Nina Sitepu/FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun meminta pemerintah kecamatan hingga nagori dan kelurahan memperketat pemantauan wilayah.

Imbauan itu disampaikan menyusul kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana, seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan sejak dini.

Baca Juga:

Ia meminta camat, lurah, dan pangulu mengetahui kondisi wilayah masing-masing, terutama daerah yang memiliki potensi terdampak bencana.

"Mari kita tingkatkan lagi kesiapsiagaan di wilayah kerja masing-masing terhadap potensi banjir, longsor, cuaca ekstrem dan bencana lainnya," kata Budiman, Rabu (26/8/2026).

Menurut Budiman, pemantauan secara langsung penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah di tingkat kecamatan dan desa diharapkan tidak menunggu hingga bencana terjadi untuk mengambil langkah.

Budiman mengatakan informasi dari lapangan menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan bencana.

Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat menentukan langkah yang diperlukan.

Karena itu, BPBD meminta setiap kejadian maupun perubahan situasi kebencanaan segera dilaporkan kepada BPBD atau pemerintah setempat.

"Kita tingkatkan koordinasi efektif lintas sektor," ujarnya.

Ia juga meminta aparat di wilayah masing-masing aktif menyampaikan perkembangan kondisi daerahnya kepada BPBD.

"Mohon agar dapat menginformasikan kejadian kebencanaan ataupun perkembangan kebencanaan di daerah masing-masing," katanya.

Selain pemerintah daerah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Warga yang melihat air mulai meluap, munculnya retakan atau pergerakan tanah, maupun tanda lain yang berpotensi mengarah pada bencana diminta segera melapor kepada aparat setempat.

BPBD menilai kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Pemantauan yang rutin dan penyampaian informasi secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.

Dengan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, potensi dampak banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem di Kabupaten Simalungun diharapkan dapat ditekan.* (mi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumahnya, Kadis PUPR Bengkulu Diperiksa KPK
Calon Gubernur BI Destry Damayanti Ungkap Tiga Misi untuk Perkuat Ekonomi Indonesia, Usung “Sinergi Merah Putih”
Spanduk Tolak Kedatangan Jokowi Bermunculan di Tangerang, Begini Respons PSI
Pigai Tantang Budi Arie Bertarung Fair di Pemilu 2029: Kami Juga Petarung!
Prabowo Bertolak ke NTT, Pastikan Bantuan dan Layanan Kesehatan Korban Gempa Terpenuhi
Kadis LH Deli Serdang Dua Kali Mangkir Rapat DPRD, Wakil Ketua Banggar: “Melecehkan DPRD”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru