Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap salah satu temuan dalam investigasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat. Tampilan lampu sinyal yang dinilai mirip dengan lampu rumah di sekitar bantaran rel disebut berpotensi membuat masinis kesulitan mengidentifikasi sinyal.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan draf final laporan investigasi kecelakaan tersebut telah selesai disusun. KNKT kini akan meminta tanggapan dari sejumlah pihak terkait sebelum laporan final diterbitkan.
"Draft finalnya sudah jadi, tinggal kita minta komentar dari pihak-pihak terkait seperti dari DJKA, dari KAI, dari KCI. Komentarnya apa terhadap draft laporan yang kita sudah selesaikan itu," ujar Soerjanto di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga:
Soerjanto memperkirakan laporan investigasi dapat rampung dalam waktu sekitar 3-4 minggu ke depan setelah proses permintaan tanggapan selesai.
Meski belum mengungkap keseluruhan hasil investigasi, KNKT telah menemukan persoalan pada tampilan lampu sinyal di sekitar jalur kereta.
"Ya seperti masalah lampu sinyal yang sama dengan lampu rumah-rumah sama pasar itu yang sehingga membingungkan masinis untuk mengidentifikasi sinyalnya datar, miring, atau tegak gitu loh," jelas Soerjanto.
Temuan tersebut menjadi salah satu aspek yang akan diperhitungkan dalam laporan investigasi KNKT. Lembaga tersebut masih melakukan pembahasan bersama para pihak terkait sebelum hasil investigasi diumumkan secara resmi.
Kecelakaan KRL Bekasi sebelumnya melibatkan rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Insiden bermula ketika KRL menabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Rangkaian KRL kemudian dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampaknya, satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya dan kemudian terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan Kementerian Perhubungan memberikan ruang bagi KNKT untuk melakukan investigasi secara independen guna menemukan penyebab kecelakaan secara objektif.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.