BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

Tiga Kali Padam Sehari, Warga Pematang Cengal Langkat Pertanyakan Keandalan Pelayanan PLN

Muhammad Taufik - Kamis, 27 Agustus 2026 10:54 WIB
Tiga Kali Padam Sehari, Warga Pematang Cengal Langkat Pertanyakan Keandalan Pelayanan PLN
PLN Rayon Tanjung Pura. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LANGKAT — Persoalan pemadaman listrik kembali dikeluhkan masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Warga mempertanyakan kualitas pelayanan dan keandalan pasokan listrik setelah dalam satu hari pemadaman terjadi hingga tiga kali.

Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, warga mengaku cukup sering mengalami pemadaman listrik secara berulang dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga:

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan barang elektronik rumah tangga.

Warga menilai listrik yang padam kemudian kembali menyala dalam waktu singkat, lalu padam kembali, berpotensi menimbulkan gangguan pada perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, komputer, pompa air dan peralatan elektronik lainnya.

Persoalan yang kemudian menjadi pertanyaan warga adalah apabila rangkaian pemadaman berulang tersebut menyebabkan kerusakan barang elektronik milik pelanggan, siapa yang akan bertanggung jawab.

Atas kondisi tersebut, warga sebelumnya telah menyampaikan keluhan dan keberatan kepada petugas PLN melalui pesan WhatsApp.

Warga juga berkali kali menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan setiap terjadi gangguan listrik.

Setelah keluhan tersebut disampaikan, warga mengaku sejak saat itu pemadaman listrik berulang dalam waktu singkat tidak lagi terjadi seperti sebelumnya.

Namun, kondisi berbeda kembali terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam satu hari, listrik di Desa Pematang Cengal dilaporkan mengalami pemadaman sebanyak tiga kali.

Pemadaman terjadi menjelang subuh, kemudian kembali terjadi pada sore hari dan malam hari.

Kondisi ini kembali menimbulkan keresahan masyarakat karena pola pemadaman tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas sekaligus membuat warga kembali khawatir terhadap kondisi peralatan elektronik di rumah masing masing.

Warga juga mengaku telah berupaya menghubungi petugas PLN melalui sambungan telepon untuk memperoleh informasi mengenai gangguan tersebut.

Namun, menurut pengakuan warga, jawaban yang diterima hanya diminta bersabar karena proses pemulihan sedang diupayakan.

Sementara ketika keluhan disampaikan melalui pesan WhatsApp, warga mengaku tidak mendapatkan respons.

Padahal, menurut warga, sebelumnya terdapat petugas PLN dari ULP Tanjung Pura yang pernah menghubungi masyarakat melalui telepon maupun WhatsApp setelah laporan disampaikan melalui PLN Mobile.

Nomor tersebut kemudian menjadi salah satu jalur yang digunakan warga untuk menyampaikan laporan ketika terjadi pemadaman.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih luas.

Apakah frekuensi pemadaman dan pola gangguan listrik di suatu wilayah telah menjadi bagian dari evaluasi terhadap mutu pelayanan kepada pelanggan.

Masyarakat juga menyoroti Tingkat Mutu Pelayanan atau TMP sebagai salah satu tolok ukur kualitas pelayanan kelistrikan.

Dari sudut pandang pelanggan, keandalan pasokan listrik, kecepatan penanganan gangguan serta koreksi terhadap pelayanan menjadi hal penting yang semestinya dapat dirasakan secara nyata.

Bagi warga, pelayanan listrik tidak hanya diukur dari seberapa cepat listrik kembali menyala setelah padam.

Keandalan jaringan dan kemampuan mencegah gangguan berulang juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.

Apalagi ketika pemadaman terjadi berulang kali dalam waktu berdekatan, masyarakat tentu memiliki alasan untuk mempertanyakan apakah kondisi jaringan di wilayah mereka membutuhkan evaluasi teknis.

Warga berharap PLN ULP Tanjung Pura dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman yang terjadi hingga tiga kali dalam satu hari tersebut.

Masyarakat juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap jaringan listrik yang melayani Desa Pematang Cengal sehingga persoalan serupa tidak terus berulang.

Pertanyaan warga sederhana namun mendasar.

Jika listrik merupakan kebutuhan penting masyarakat dan pelanggan secara rutin memenuhi kewajibannya membayar tagihan, maka bagaimana bentuk jaminan pelayanan ketika pasokan listrik mengalami gangguan berulang.

Dan apabila gangguan listrik yang terjadi secara berulang dalam waktu singkat benar benar mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik milik pelanggan, masyarakat juga mempertanyakan mekanisme pengaduan serta bentuk tanggung jawab yang dapat diberikan kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga berharap persoalan ini tidak berhenti pada permintaan untuk bersabar.

Mereka menginginkan adanya kepastian informasi, respons pengaduan yang jelas, penanganan teknis yang cepat dan langkah nyata untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Sebab bagi masyarakat Desa Pematang Cengal, listrik bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari hari.

Kini warga menunggu penjelasan PLN mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada jaringan listrik di wilayah tersebut dan langkah apa yang akan dilakukan agar pemadaman berulang tidak kembali menjadi persoalan yang harus terus dikeluhkan masyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kunjungi Simeulue, Perkuat Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah di Aceh
Ombudsman Bongkar 5 Maladministrasi Terbanyak 2026, Tak Memberi Pelayanan hingga Penundaan Berlarut
Gara-gara Rebutan Proyek SPAM, Sekelompok Pria Keroyok Warga di Kantor Bappeda Langkat
'Nggak Main-main', Prabowo Tantang Bahlil Kelarkan PLTS 100 GW dalam 3 Tahun, Iming-imingi Bintang Kehormatan
Presiden Kebut PLTS 100 GWp, RI Bidik Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun hingga 2029
Prabowo Akan Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali Hari Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru