BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Heboh! Benda Mirip Peluru Ditemukan dalam Daging MBG di Lampung Utara, Polisi Selidiki Asal-usulnya

Nurul - Kamis, 27 Agustus 2026 14:36 WIB
Heboh! Benda Mirip Peluru Ditemukan dalam Daging MBG di Lampung Utara, Polisi Selidiki Asal-usulnya
Temuan benda menyerupai peluru mimis senapan angin di dalam potongan daging sapi yang menjadi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LAMPUNG UTARA — Polisi menyelidiki temuan benda menyerupai peluru mimis senapan angin di dalam potongan daging sapi yang menjadi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara.

Penyelidikan dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Lampung Utara setelah video seorang guru yang menunjukkan benda tersebut beredar dan menjadi perhatian di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan polisi masih mengumpulkan bahan keterangan untuk memastikan bagaimana benda menyerupai peluru tersebut dapat berada di dalam daging yang disajikan kepada siswa.

Baca Juga:

"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk mengetahui secara pasti bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam makanan," kata Ivan, Kamis (27/8/2026).

Penyelidikan dilakukan pada Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB.

Petugas mendatangi SD Negeri 3 Sindang Sari dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP).

Polisi menggali informasi mengenai seluruh proses penyediaan daging, mulai dari pengadaan, penerimaan, pembersihan hingga pengolahan menjadi menu MBG.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, menu yang dibagikan pada Rabu (12/8/2026) terdiri atas nasi putih, semur daging lada hitam, tempe crispy, tumis labu siam dan wortel, serta buah naga.

Daging sapi yang digunakan dalam menu tersebut dipasok dari seorang supplier di Desa Bumi Nabung, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah.

Jumlah daging yang dibeli untuk kebutuhan dapur MBG mencapai 95,85 kilogram.

Daging tersebut tiba di dapur SPPG sekitar pukul 20.23 WIB dalam kondisi telah dipotong per porsi.

Setelah diterima, daging dicuci hingga tiga kali dengan waktu sekitar 60 menit sebelum diungkep dan dimasak.

"Kami ingin melihat seluruh rangkaian prosesnya, mulai dari daging diterima, dilakukan pembersihan sampai proses pengolahan. Ini penting untuk mengetahui titik masuk benda tersebut," ujar Ivan.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk mendukung pemeriksaan terhadap benda yang ditemukan.

Dapur SPPG Sindang Sari telah mendapatkan penghentian sementara atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Rabu (26/8/2026).

SPPG tersebut diketahui melayani 1.970 penerima manfaat yang tersebar di 13 sekolah dan 11 posyandu.

Mitra MBG Sindang Sari, Daus Leo Puspitasari, mengatakan pihaknya menyerahkan proses penelusuran kepada pihak terkait.

Saat kejadian, Daus mengaku sedang berada di luar kota.

"Kebetulan karena di hari kejadian saya tidak di lokasi, masih di luar kota," kata Daus.

Kepala SPPG kemudian berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pengecekan terkait temuan tersebut.

Daus mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan supplier daging untuk mengetahui asal-usul benda yang ditemukan.

Menurut keterangan supplier, bahan baku yang dikirim dalam kondisi baik.

Pihak SPPG juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di dapur untuk menelusuri proses pengolahan daging.

"Ini CCTV kami juga lagi periksa CCTV. Kalau kejadiannya bisa begini kan makanya kan kami lagi telusuri," ujarnya.

Daus juga mempertanyakan bagaimana benda yang disebutnya berukuran cukup besar tersebut dapat luput dari pemeriksaan selama proses pengolahan.

"Ya itu makanya kami kan lagi telusuri itu bagaimana kondisinya, masa iya peluru sejebrol itu enggak kelihatan," katanya.

Ivan menegaskan penyelidikan dilakukan untuk memperoleh fakta secara utuh.

Polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan asal-usul benda menyerupai peluru tersebut.

Penyidik akan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, pengelola SPPG, ahli gizi, hingga supplier daging sapi.

"Kami tidak ingin menyimpulkan terlalu dini. Semua pihak akan kami mintai keterangan dan setiap informasi akan kami cocokkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan," ujar Ivan.

Menurut Ivan, pemeriksaan dilakukan secara profesional, humanis, dan berkeadilan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara terang.

Pihak mitra SPPG dan supplier daging juga telah berkomunikasi dengan pihak SD Negeri 3 Sindang Sari.

Namun, hingga proses penyelidikan berlangsung, belum ditemukan titik penyelesaian antara kedua pihak.

Polres Lampung Utara memastikan penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap asal-usul benda menyerupai peluru tersebut sekaligus memastikan proses penyediaan makanan dalam program MBG memenuhi standar keamanan bagi para siswa.* (km/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perkuat Penanganan Stunting, Intervensi Sasar Remaja hingga Keluarga
4 Kelompok Gelar Demo di Depan DPR Hari Ini, Bawa Tuntutan Berbeda: Sita Aset Koruptor hingga Dukung MBG
KDRT Menurun Sejak Ada Program MBG, Bupati Nagekeo Ungkap Alasannya
Aturan Baru MBG: Kepala SPPG Wajib Standby Jam 2 Pagi, Dapur Bisa Dilarang Memasak
'Mau Diteruskan Atau Tidak?' Prabowo Tanya Langsung ke Pengungsi Gempa Nagekeo, Ini Jawaban Warga soal MBG
'Keracunan Enggak Boleh Terjadi Lagi!' Zulhas Kasih Waktu 2 Bulan untuk BGN Baru Benahi Karut-marut MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru