Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Jailani juga berencana meminta pertanggungjawaban dan ganti rugi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kerugian yang dialaminya.
"Siapa yang bertanggung jawab untuk mengganti kerugian kami. Air ini kami dapat dengan biaya sendiri, kami langsir supaya ikan bisa bertahan. Sekarang airnya habis lagi dan ikannya stres," ucapnya.
Di sisi lain, operasi helikopter water bombing masih terus dilakukan untuk membantu menangani karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Penggunaan sumber air dari berbagai lokasi dilakukan karena keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla juga dapat berdampak terhadap aktivitas warga di sekitar wilayah operasi. Pemerintah dan pihak terkait perlu memperhatikan ketersediaan sumber air serta dampak terhadap masyarakat ketika menentukan lokasi pengambilan air untuk pemadaman.
Jailani berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan dan ada kejelasan mengenai tanggung jawab atas kerugian yang dialaminya.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.