BREAKING NEWS
Senin, 31 Agustus 2026

Masih Ada Satu Titik Karhutla di Sumut, Api Bakar 3 Hektare Hutan Samosir

Abyadi Siregar - Senin, 31 Agustus 2026 16:36 WIB
Masih Ada Satu Titik Karhutla di Sumut, Api Bakar 3 Hektare Hutan Samosir
Titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Samosir tepatnya di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjar Mula Mula, Kabupaten Samosir. (foto: Dok. Dinas LHK Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara mencatat masih terdapat satu titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Utara.

Kebakaran terjadi di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjar Mula Mula, Kabupaten Samosir.

Kepala DLHK Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, mengatakan titik api tersebut masih menjadi perhatian dan terus dipantau oleh petugas di lapangan.

Baca Juga:

"Masih ada satu titik api di Sumatera Utara," kata Heri Wahyudi Marpaung, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan Laporan Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan Nomor SPARTAN/KPH-XIII/008 tertanggal 31 Agustus 2026 pukul 08.39 WIB, kebakaran diketahui terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 11.40 WIB.

Lokasi kebakaran berada di Dusun 3, Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjar Mula Mula, Kabupaten Samosir.

Kawasan yang terbakar merupakan hutan lindung dengan tutupan lahan berupa belukar.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Lokasi kebakaran tercatat pada koordinat 2.71394, 98.586535.

Informasi kebakaran dilaporkan melalui grup Satuan Tugas Karhutla.

Setelah menerima laporan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII bersama sejumlah pihak melakukan pemantauan kondisi di lokasi.

Namun, petugas menghadapi kendala karena lokasi kebakaran tidak memiliki akses yang memungkinkan petugas maupun peralatan pemadam mencapai titik api.

"Untuk lokasi tersebut akses pemadaman tidak ada, sehingga yang dilakukan adalah pemantauan dan pengamatan terhadap situasi di lapangan," demikian laporan KPH Wilayah XIII.

Meski pemadaman secara langsung tidak dapat dilakukan, petugas terus memantau perkembangan kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan, api mulai padam pada Minggu sore.

Api diperkirakan padam sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Setelah api tidak lagi terlihat, petugas tetap melakukan pengamatan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali atau muncul titik panas baru di sekitar lokasi.

"Status dan kondisi lapangan saat ini terkendali," disebutkan dalam laporan tersebut.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain KPH Wilayah XIII, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Petugas juga mendokumentasikan kondisi lahan yang terdampak kebakaran.


DLHK Sumut menilai pemantauan tetap diperlukan karena lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung dengan tutupan belukar.

Vegetasi tersebut relatif mudah terbakar apabila kondisi cuaca dan lingkungan mendukung penyebaran api.

Heri mengatakan DLHK Sumut bersama jajaran terkait terus memantau perkembangan karhutla di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin jika kembali muncul titik api.

"Kita terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, titik api di Desa Hasinggaan masih menjadi bagian dari pemantauan penanganan karhutla di Sumatera Utara.

Sebelumnya, sejumlah kejadian karhutla juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Samosir.

Kondisi ini membuat pengawasan terhadap kawasan hutan, terutama lokasi yang sulit dijangkau, menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas.

DLHK Sumut bersama KPH, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di kawasan hutan maupun lahan.

Untuk kebakaran di Desa Hasinggaan, berdasarkan laporan terakhir, kondisi lapangan telah terkendali dan api telah padam.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara atau titik api di kawasan yang sebelumnya terbakar.* (sp/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Karhutla Mulai Mengintai, Sekolah di Tanjab Timur Masih Tatap Muka
Ini Alasan Jepang Kirim 3 Helikopter dan 600 Personel ke Karhutla Kalimantan
Lima Pekan Terjebak Kabut Asap, Ribuan Warga Pontianak Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Turun
Awas! Main-main Bakar Hutan Siap Dibui 15 Tahun, Polres Aceh Timur Keluarkan Warning Keras Tanpa Kompromi
Nyaris Rambat ke Permukiman, Api Karhutla 50 Hektare di Kaki Gunung Burni Telong Akhirnya Berhasil Dijinakkan
Rapat Maraton di Hambalang, Prabowo Bahas Karhutla hingga Gempa Flores dan Erupsi Merapi Sekaligus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi

Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi

OlehEben E. Siadari TIBANYA Pangeran Harry dan keluarga di Bandara Birmingham, Inggris, 26 Agustus 2026 lalu, tidak menjadi berita utama di

OPINI