BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

Gunung Sinabung Erupsi, 490 KK Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Abyadi Siregar - Selasa, 01 September 2026 15:53 WIB
Gunung Sinabung Erupsi, 490 KK Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Satgas mengevakuasi sebanyak 490 KK warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Selasa, 1 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Sebanyak 490 kepala keluarga (KK) warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dievakuasi menyusul erupsi Gunung Sinabung.

Proses evakuasi dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) dan masih berlangsung pada Selasa, 1 September 2026.

Warga Kuta Tengah untuk sementara dievakuasi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Baca Juga:

Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting membenarkan adanya evakuasi tersebut.

Menurut dia, untuk sementara baru satu desa yang dievakuasi.

"Iya Kuta Tengah (dievakuasi), satu desa saja," kata Sekda Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, Selasa (1/9/2026).

Jumlah warga yang harus meninggalkan rumah diperkirakan mencapai 490-an KK.

Lokasi pengungsian berada di Losd Desa Sukatepu dan Koperasi Merah Putih Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

"Losd Desa Sukatepu dan Koperasi Merah Putih Sukatepu di Kecamatan Naman Teran," ujarnya.

Saat proses evakuasi berlangsung, personel TNI terlihat bergerak dari Posko Satgas untuk membantu mengevakuasi warga.

Pemerintah Kabupaten Karo sebelumnya merencanakan evakuasi warga dari dua desa sebagai tindak lanjut rekomendasi terkait aktivitas Gunung Sinabung.

Kedua desa tersebut adalah Desa Payung, Kecamatan Payung, dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat.

Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri M Nadaek mengatakan pemerintah daerah masih melakukan dialog dengan masyarakat terkait rencana evakuasi.

"Jadi kondisinya begini, kita rencanakan memang ada dua desa kita evakuasi, sesuai dengan rekomendasi," Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri M Nadaek, Selasa (1/9).

Menurut Juspri, pemerintah masih berkomunikasi dengan warga sebelum proses evakuasi dilakukan terhadap desa lainnya.

"Namun sekarang kita masih berdialog dengan masyarakat ini yang akan kita evakuasi," tuturnya.

Dengan demikian, hingga Selasa, 1 September 2026, evakuasi yang telah dilakukan baru mencakup warga Desa Kuta Tengah.

Erupsi Gunung Sinabung sebelumnya dilaporkan terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.17 WIB.

Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan erupsi masih berlangsung hingga siang hari dan menghasilkan abu vulkanik.

"Erupsinya tadi jam 10.17 WIB dan sampai saat ini masih erupsi berupa abu vulkanik," kata Armen Putra, Senin (31/8/2026).

Kolom abu vulkanik dari erupsi tersebut dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter di atas puncak Gunung Sinabung.

Semburan abu vulkanik bergerak ke arah timur-tenggara atau menuju kawasan Berastagi dan Gunung Sibayak.

"Timur Tenggara ke arah Berastagi sama Gunung Sibayak," ucapnya.

Aktivitas erupsi Gunung Sinabung tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan langkah mitigasi, termasuk melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di wilayah yang masuk dalam rekomendasi keselamatan.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Kirim 1 Ton Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa NTT
Opsen PKB Bikin Penerimaan Tak Merata, Bobby Nasution Siapkan Opsi Turunkan Pajak Kendaraan
Bupati Labusel Ngopi Bersama Pimpinan Perusahaan, Bahas Kontribusi untuk Pembangunan Daerah
Bupati Labusel Hadiri HUT IPK ke-57, Dorong Pemuda Aktif Berkontribusi
Erupsi Sinabung Bikin Penerbangan Kualanamu Terganggu, Ini Penjelasannya
Zona Bahaya Sinabung Meluas, Warga Kuta Tengah dan Payung Bersiap Tinggalkan Rumah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru