Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Letusan tersebut memunculkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.13 WIB. Kolom abu teramati berwarna tebal dengan ketinggian mencapai 1.000 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 5 September 2026 pukul 08.13 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak," tulis petugas PPGA Semeru Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulis.
Baca Juga:
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Gempa letusan berlangsung selama 1 menit 33 detik.
Menurut Isnugroho, berdasarkan pemantauan arah angin, material abu vulkanik dari erupsi berpotensi bergerak ke arah timur dan timur laut.
"Kalau arah anginnya ke timur sepertinya hujan abu terjadi di sekitar Pasrujambe dan Senduro," kata Isnugroho.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak erupsi. Warga yang berada di sekitar lereng Gunung Semeru juga masih menjalankan aktivitas secara normal dan belum dilakukan evakuasi.
Meski demikian, Isnugroho mengingatkan intensitas letusan Semeru yang masih tinggi dapat meningkatkan potensi hujan abu di sekitar lereng gunung.
Selain hujan abu, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar. Risiko tersebut dapat meningkat apabila kawasan Gunung Semeru diguyur hujan dengan intensitas tinggi karena material hasil letusan dan guguran masih menumpuk di lereng.
"Secara jumlah letusan memang masih tinggi, ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung," ujarnya.
Saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.
"Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," imbau Isnugroho.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta mengikuti informasi resmi dari petugas serta mematuhi batas kawasan yang ditetapkan untuk mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik dan potensi banjir lahar.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.