BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

1 ABK Ditemukan, Nasib Rombongan Jurnalis Lainnya yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau Masih Misterius

Dharma - Rabu, 23 September 2026 15:00 WIB
1 ABK Ditemukan, Nasib Rombongan Jurnalis Lainnya yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau Masih Misterius
Surakhman (semasa hidup), salah satu awak kapal Arupadhatu 1 berhasil ditemukan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANTEN — Polisi belum dapat memastikan kondisi kapal cepat atau speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kapal tersebut hilang kontak setelah berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026.

Hingga kini, keberadaan kapal maupun sebagian besar orang yang berada di dalamnya belum diketahui.

Baca Juga:

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan polisi belum bisa memastikan apakah kapal tersebut tenggelam, terbakar, atau terbawa arus.

"Kapal itu tenggelam, terbakar, hilang dan sebagainya saya tidak menjawab itu, yang pasti dari sampai dengan sekarang Arupadhatu 1 kapalnya kan tidak ada yang ditemukan," kata Kapolda Banten Irjen Hengki dalam konferensi pers, Rabu, 23 September 2026.

Hengki mengatakan kemungkinan kondisi kapal masih dalam penyelidikan.

Polisi belum menemukan kapal tersebut sehingga belum dapat menyimpulkan apa yang terjadi.

"Belum ada kejelasan kapal itu ke mana. Apakah terbawa arus atau terendam, tenggelam ke dalam dasar laut, saya tidak menjawab itu," sambungnya.

Selain kapal, polisi juga belum dapat memastikan kondisi tujuh orang lainnya yang berada dalam rombongan tersebut.

Hengki mengatakan kemungkinan mengenai keberadaan mereka belum dapat disimpulkan karena hingga saat ini belum ada informasi yang memastikan kondisi para korban.

"Kedua bagaimana korban-korban yang lain? Saya belum bisa menjawab kalau korban-korban yang lain atau yang belum ditemukan. Ternyata mereka mungkin selamat, mungkin terbawa ke luar negeri, saya tidak tahu dan tidak saya jawab itu," ujarnya.

Sebelumnya, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 telah dilakukan selama 10 hari.

Kapal tersebut digunakan rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi.

Arupadhatu 1 berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026. Setelah itu, kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Operasi SAR melibatkan Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu.

Namun, selama 10 hari pencarian, petugas tidak menemukan kapal maupun tanda-tanda keberadaan delapan orang yang berada di dalamnya.

Operasi SAR resmi dihentikan pada Kamis, 17 September 2026.

Sehari setelahnya, keluarga para jurnalis dan awak kapal melakukan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, polisi kemudian mendapat informasi mengenai penemuan jasad seorang pria di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.

Jasad tersebut ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026 atau lima hari setelah Arupadhatu 1 hilang kontak.

"Hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu, saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah, Mister X," kata Hengki.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu.

Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan identitas melalui DNA.

Hengki mengatakan Biddokkes Polda Banten juga mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan orang yang dinyatakan hilang atau lost contact.

"Dari Biddokkes Polda Banten mengirimkan antemortem, postmortem dari 8 keluarga yang hilang atau lost contact dari 8 keluarga. Ada 1 jenazah Mister X tadi telah dilakukan pemeriksaan oleh Pusdokkes Polri, Sespus, Kepala Bidang Laboratorium DNA Pusdokkes Polri," ujarnya.

Jenazah yang ditemukan diketahui mengenakan celana pendek berwarna hitam. Tingginya sekitar 163 sentimeter dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kemudian mencocokkan data jenazah dengan data delapan keluarga korban kapal Arupadhatu 1.

Pemeriksaan meliputi data primer, seperti sidik jari, gigi, dan DNA.

Hasil pemeriksaan DNA akhirnya mengungkap identitas jenazah tersebut.

Jenazah Mister X dengan kode PM/62/P.Enggano/01 dinyatakan sebagai Surakhman, salah satu awak kapal Arupadhatu 1.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mister X tadi teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat," katanya.

"Tuan Yayat ini adalah yang ada di sebelah kanan sebagai putra kandung dari Bapak Surakhman ABK kapal Arupadatu 1 yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026," kata Hengki menambahkan.

Identifikasi Surakhman menjadi temuan pertama yang menghubungkan salah satu korban dengan rombongan Arupadhatu 1 setelah kapal tersebut hilang kontak di Selat Sunda pada 7 September 2026.

Meski demikian, polisi hingga kini belum dapat memastikan keberadaan kapal Arupadhatu 1 serta kondisi tujuh orang lainnya yang masih belum ditemukan.* (cn/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sambangi Nikomas Gemilang, Wamenaker Tekankan Aturan Kerja Harus Seimbangkan Hak Buruh dan Industri
SAR 5 Jurnalis Hilang Dihentikan, IMO-Indonesia Desak Gubernur Banten Diusut dan Sentil Pigai
Rakernas III PJS Digelar di Batam November 2026, Bahas UKW hingga Advokasi Hukum Wartawan
10 Hari Tanpa Hasil, SAR Resmi Hentikan Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
Kepung Perairan Anak Krakatau 22 Kapal dan 570 Personel Rapatkan Jalur Penyisiran Cari Rombongan Jurnalis
Hari Kedelapan, 5 Jurnalis dan 3 Awak Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru