BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Cegah Kebakaran Lahan, Pertamina Rangkul Warga Bunyu Jadi Garda Terdepan Siaga Karhutla

gusWedha - Jumat, 25 September 2026 19:08 WIB
Cegah Kebakaran Lahan, Pertamina Rangkul Warga Bunyu Jadi Garda Terdepan Siaga Karhutla
PT PEP Bunyu Field bersama PT PHE Nunukan Company mendorong masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah karhutla di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BUNYU - PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Nunukan Company mendorong masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla yang digelar di Balai Pertemuan Umum Desa Bunyu Barat, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, kepala RT, Taruna Siaga Bencana (Tagana) hingga kelompok masyarakat.

Baca Juga:

Senior Manager Bunyu Field Ruri Heriandi mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, perusahaan tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

"Pencegahan karhutla harus menjadi upaya bersama. Dibutuhkan sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini," ujar Ruri.

Dia mengatakan sosialisasi tersebut bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran.

Superintenden HSSE PEP Bunyu MM Sidik Mangkualam memberikan materi mengenai pengenalan potensi bahaya, perilaku aman dan respons awal ketika menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum terjadi keadaan darurat sehingga masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat mengambil langkah yang tepat ketika menemukan potensi bahaya.

"Kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Pemahaman mengenai keselamatan dan respons awal diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pemangku kepentingan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi potensi bahaya," jelasnya.

Materi pencegahan karhutla juga disampaikan oleh BPBD Tarakan. Sementara Pemerintah Kecamatan Bunyu memberikan pemahaman mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam mencegah kebakaran.

Peserta mendapat informasi mengenai faktor yang dapat memicu karhutla, langkah pencegahan, kesiapsiagaan serta tindakan awal saat menemukan titik atau indikasi kebakaran.

Kepala Desa Bunyu Barat Suhadi mengapresiasi keterlibatan Pertamina bersama pemerintah dan unsur terkait dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membantu masyarakat memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran.

"Materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi saat ini, sehingga kami menjadi lebih memahami apa yang harus dilakukan apabila menemukan potensi kebakaran," kata Suhadi.

Suhadi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat dan Pertamina semakin kuat.

Selain memberikan edukasi, Pertamina juga membagikan masker dan vitamin kepada para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Pelibatan masyarakat hingga tingkat RT dinilai penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Potensi kebakaran yang lebih cepat dikenali dan dilaporkan diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Bagi wilayah Bunyu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat dan kegiatan operasional di wilayah tersebut.

Pertamina EP (PEP) Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya pencegahan karhutla tersebut juga disebut menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap keberlangsungan produksi migas nasional.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Ini Alasannya
19 Daerah di Sumut Terdampak Asap Karhutla, Dinkes Minta Warga Gunakan Masker
Akhirnya Sepakat Indonesia Terima Bantuan Armada Udara Malaysia Padamkan Karhutla
Setelah Beberapa Hari Berselimut Asap, Langit Sumut Kembali Bersih hingga Siang Ini
Bara Gambut Mengamuk Lagi di HLG Londerang Kapolres Tanjab Timur Turun Gunung Pimpin Water Bombing
Warning Keras Mendagri Cairkan Cepat Rp 760 Miliar dan Tutup Celah Aturan 'Boleh Bakar Lahan' di Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru