Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ruam tersebut semakin banyak sehingga dokter memutuskan merujuknya ke RSUDZA sekitar pukul 12.13 WIB dengan pendampingan tim medis.
Rasya tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA sekitar pukul 15.20 WIB.
Berdasarkan keterangan dokter yang menangani, kondisinya kemudian memburuk secara drastis.
Sekitar pukul 15.57 WIB, Rasya mengalami sesak napas hebat. Tim medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak lima siklus di ruang resusitasi.
"Dari keterangan dokter yang menangani, menyebutkan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.05 WIB," tutur Kompol Dizha.
Dalam penyelidikan, polisi meminta keterangan dari dokter yang menangani Rasya di RSUDZA.
Dokter spesialis kulit dan kelamin yang bertugas di IGD, dr. Sulamsih Sri Budini, Sp.KK, menerangkan bahwa berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium, Rasya didiagnosis mengalami demam berdarah dengue (DBD) berat.
Menurut keterangan yang disampaikan Kasatreskrim, diagnosis tersebut didukung oleh gejala demam yang naik turun, berkurangnya asupan makanan dan cairan, serta munculnya ruam kebiruan di sejumlah bagian tubuh.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar trombosit yang sangat rendah dan kadar leukosit yang tinggi.
Pemeriksaan juga menemukan gangguan fungsi ginjal, dengan kadar ureum 68 mg/dL dan kreatinin 3,11 mg/dL.
Selain itu, kadar AST/SGOT tercatat 62 U/L, glukosa darah 58 mg/dL, dan kalium 3,10 mmol/L.
Mengutip keterangan dokter, Kompol Dizha mengatakan kondisi Rasya memburuk dengan cepat hingga mengalami gangguan pernapasan dan memerlukan tindakan resusitasi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.