Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Dari keterangan medis, menyebutkan bahwa meninggalnya korban berkaitan dengan komplikasi berat berupa Dengue Shock Syndrome dan kegagalan fungsi multiorgan yang berkembang secara akut," sebut Kasatreskrim.
Sementara itu, dokter klinik Poltekpel Malahayati Aceh, dr. Rahmawati Aliwarman, menerangkan bahwa Rasya awalnya mengalami demam tinggi disertai menggigil dan nyeri tenggorokan.
Gejala kemudian berkembang dengan munculnya bercak merah tidak beraturan yang menyebar di wajah, tangan, kaki, badan, punggung, dan kepala.
Selain meminta keterangan tenaga medis, penyidik berkoordinasi dengan dokter forensik untuk memeriksa jenazah Rasya.
Berdasarkan Visum et Repertum Nomor 097/VER/SK-19/KFM/IX/2026, dokter forensik Prof. Dr. dr. Taufik Suryadi, Sp.F(K), Dipl-BE, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Pemeriksaan luar menemukan bercak dan bintik kehitaman serta kehitaman kemerahan di sejumlah bagian tubuh, antara lain wajah, leher, dada, perut, pinggang, kantung pelir, serta belahan bokong kanan dan kiri.
Kompol Dizha juga menjelaskan bahwa pemeriksaan radiologi melalui pemindaian CT scan kepala tidak menunjukkan adanya infark, perdarahan, ataupun peningkatan tekanan intrakranial pada otak.
Namun, pemeriksaan menemukan peradangan pada rongga sinus etmoid dan maksila di kedua sisi.
Meski tidak menemukan tanda kekerasan, dokter forensik menyatakan penyebab pasti kematian Rasya tidak dapat ditentukan secara medis hanya berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
Hal itu karena tidak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam jenazah, sesuai dengan batasan permintaan pemeriksaan dari pihak kepolisian.
"Meski tidak menemukan tanda kekerasan, dokter forensik menjelaskan bahwa penyebab pasti kematian korban tidak dapat ditentukan secara medis hanya berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. Hal itu karena tidak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam jenazah sesuai dengan batasan permintaan pemeriksaan dari pihak kepolisian," ungkap Kompol Dizha.
Untuk mengungkap peristiwa tersebut, Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.