Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA – Proyek pembangunan jembatan yang disebut menelan anggaran ratusan juta rupiah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan. Pasalnya, kondisi titi atau jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Talawi menuju Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh, dinilai memprihatinkan dan menyulitkan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (20/10/2026), akses menuju titi darurat tersebut terlihat sulit dilalui kendaraan. Kondisi tanah timbunan yang diduga belum dipadatkan secara maksimal menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan.
Pengendara sepeda motor hingga becak motor (betor) harus bersusah payah melewati jalur tersebut. Bahkan, sejumlah betor dilaporkan terperosok saat melintasi akses jalan darurat itu.
Baca Juga:
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur penghubung itu masih dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari selama proyek pembangunan jembatan berlangsung.
Akses Darurat Dinilai Belum Layak Dilintasi
Keberadaan titi darurat seharusnya menjadi solusi sementara untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat ketika pembangunan jembatan utama sedang dikerjakan.
Namun, kondisi akses yang sulit dilalui justru menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Material tanah yang digunakan sebagai timbunan diduga belum memiliki kepadatan yang memadai. Hal itu terlihat dari kondisi lintasan yang menyulitkan kendaraan, terutama becak motor yang membawa beban.
Meski demikian, dugaan mengenai kualitas pemadatan tanah tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang.
Persoalan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas penghubung sementara yang disediakan selama proyek pembangunan berlangsung.
Bupati Batu Bara Diminta Turun Tangan
Kondisi titi darurat tersebut diharapkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara, terutama Bupati Batu Bara dan instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur.
Pemerintah daerah diminta segera melakukan peninjauan untuk memastikan penyebab kerusakan atau kesulitan akses yang dialami pengguna jalan.
Pemeriksaan juga diperlukan terhadap kondisi tanah timbunan, kelayakan konstruksi titi darurat, serta sistem pengamanan bagi kendaraan yang melintas.
Apabila ditemukan pekerjaan yang belum memenuhi standar teknis, pelaksana proyek diharapkan segera melakukan perbaikan agar akses masyarakat kembali aman dan lancar.
Proyek Bernilai Ratusan Juta Jadi Sorotan
Proyek pembangunan jembatan yang disebut menggunakan anggaran ratusan juta rupiah itu turut menjadi perhatian dari sisi kualitas pekerjaan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Besarnya nilai anggaran pembangunan diharapkan sejalan dengan kualitas pelaksanaan proyek, termasuk penyediaan akses sementara yang layak.
Namun, nilai pasti anggaran, sumber pembiayaan, serta identitas perusahaan pelaksana proyek belum dirinci dalam informasi yang tersedia.
Karena itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek maupun penanganan akses darurat tersebut.
Warga Harapkan Perbaikan Segera
Masyarakat berharap kondisi titi darurat yang menghubungkan Kecamatan Talawi dan Desa Simpang Dolok dapat segera diperbaiki.
Akses yang aman menjadi kebutuhan penting bagi pengendara sepeda motor, pengemudi betor, serta masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Selain memperlancar arus kendaraan, perbaikan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi lintasan yang sulit dilalui.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai kondisi titi darurat, penyebab persoalan, dan rencana perbaikannya.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara diharapkan segera menindaklanjuti keluhan tersebut agar pembangunan jembatan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kepentingan masyarakat.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.