Diduga Rem Blong, Tabrakan Beruntun di Dairi Tewaskan 2 Orang dan Lukai 7 Warga
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA – Upaya menstabilkan harga gula dan menjamin kesejahteraan petani memasuki babak baru. PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atau Sugar Co, bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, resmi menyepakati skema penyerapan gula petani melalui pendanaan dari Danantara.
Langkah ini menjadi hasil Rapat Pembahasan Program Penyerapan Gula Petani: Jamin Harga dan Stabilitas, yang dipimpin oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, pada Jumat (22/8/2025).
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak, mulai dari pemerintah, PT SGN, ID Food, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), hingga pedagang gula, menyatakan kesepakatan untuk bekerja dalam satu visi: menjaga stabilitas harga, distribusi lancar, dan keberlanjutan industri gula nasional sepanjang musim giling 2025.
Salah satu poin utama kesepakatan adalah bahwa penyerapan gula petani akan dilakukan terlebih dahulu oleh PT SGN melalui skema Dana Danantara.
Sisa produksi yang belum terserap akan ditangani oleh para pedagang gula sesuai ketentuan.
Selain itu, penjualan tebu petani diwajibkan dilakukan melalui mekanisme lelang di pabrik gula dengan harga minimal Rp14.500 per kilogram, sebagai bentuk perlindungan terhadap nilai jual hasil panen petani.
Pemerintah juga menegaskan kembali komitmen untuk mencegah kebocoran gula rafinasi ke pasar eceran.
Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan pasar dan melindungi gula konsumsi hasil produksi petani dari persaingan yang tidak sehat.
"Petani dan pedagang tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus saling mendengar dan saling melengkapi. Pemerintah hadir, pedagang berkontribusi, dan petani berjuang. Ini menjadi kolaborasi penting agar problem penyerapan gula dapat diantisipasi sejak awal," ujar I Gusti Ketut Astawa.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyambut positif langkah kolaboratif ini.
Ia menyebut, program ini adalah bukti perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan terhadap keberlangsungan tebu rakyat dan industri gula nasional.
"Pemerintah memberikan dukungan nyata, petani berkomitmen meningkatkan produktivitas, pabrik gula melakukan perbaikan mutu, dan pedagang mengatur tata niaga. Dengan sinergi ini, kami optimistis industri gula ke depan bisa lebih baik," tutur Mahmudi.
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA
JAKARTA Polemik penanganan perkara dugaan pelanggaran ekspor elemenit yang menyeret PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM) kembali menj
NASIONAL
JAKARTA Harga minyak dunia tercatat mengalami tekanan signifikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran kembali mengumu
EKONOMI
AMBON Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menilai sepak bola memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antar
INTERNASIONAL
Oleh M. Jehansyah Siregar, Ph.DKISRUH eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, kemarin di Jakarta, sungguh m
OPINI
JAKARTA Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap masih tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei
NASIONAL