BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Tekan Impor 12 Juta Ton, Pemerintah Uji Coba Produksi Gandum Skala Besar di Dataran Tinggi

- Rabu, 03 September 2025 17:43 WIB
Tekan Impor 12 Juta Ton, Pemerintah Uji Coba Produksi Gandum Skala Besar di Dataran Tinggi
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah bersiap memulai uji coba skala besar produksi gandum dalam negeri.

Langkah ini diambil untuk menekan angka impor gandum yang mencapai 12 juta ton pada 2025, dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, proyek percontohan akan dilakukan di sejumlah wilayah dataran tinggi yang dinilai cocok untuk budidaya gandum, seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Kami mau mencoba 3.000 ton. Mudah-mudahan ini berhasil. Kalau bisa, kami bisa menekan impor ke depan," ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9/2025).

Uji coba awal sebelumnya telah dilakukan secara terbatas di empat provinsi dan menunjukkan potensi produksi hingga 1 juta ton.

Kini, pemerintah melangkah ke tahap berikutnya dengan menargetkan hasil uji coba mencapai 3.000 ton gandum pada 2025.

Salah satu wilayah utama yang menjadi lokasi uji coba adalah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Wilayah ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya cocok untuk budidaya gandum.

Proyek percontohan akan dilakukan pada lahan seluas 200 hektare oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4, yang ditunjuk langsung oleh Kementan.

Bila hasilnya menjanjikan, program akan diperluas ke wilayah lain seperti Pagar Alam, Lubuk Linggau, Rejang Lebong, Curup, hingga Solok Selatan.

Amran menegaskan bahwa produksi gandum di negara tropis bukanlah hal mustahil.

Ia mencontohkan Brazil, yang memiliki iklim serupa dengan Indonesia, namun berhasil memproduksi hingga 9 juta ton gandum per tahun.

"Brazil juga negara tropis, tapi bisa memproduksi gandum sendiri. Ini menjadi contoh sekaligus motivasi bagi kita untuk membuktikan bahwa Indonesia juga bisa," tegasnya.

Dalam pengembangan program ini, Kementan turut bekerja sama dengan Yordania dan Australia, dua negara dengan pengalaman dalam rekayasa pertanian gandum di berbagai kondisi iklim.

Meski pemerintah mulai mendorong swasembada, impor gandum masih menjadi tulang punggung industri tepung nasional.

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) bahkan telah menandatangani komitmen impor gandum dari Amerika Serikat sebesar 1 juta ton per tahun hingga 2030.

Komitmen senilai US$250 juta per tahun ini disebut sebagai bagian dari kesepakatan dagang pasca-penurunan tarif bea masuk ke AS oleh Presiden Donald Trump, dari 32% menjadi 19%.

Langkah pemerintah ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Para ekonom menilai, meski ambisi swasembada gandum patut diapresiasi, tantangannya tidak ringan.

Selain faktor iklim dan kesesuaian lahan, dibutuhkan dukungan teknologi, pendampingan petani, dan kepastian pasar agar budidaya gandum dapat berkelanjutan dan tidak berhenti di tahap uji coba.

Namun, bila berhasil, Indonesia dapat mengurangi beban devisa dari impor gandum yang selama ini menjadi salah satu komoditas pangan terbesar di neraca perdagangan.*

(bi/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru