BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Januari 2026

Bulog: 70 Ribu Hektare Sawah Rusak di Sumatra Siap Beroperasi Kembali dalam 3 Bulan

Adelia Syafitri - Jumat, 02 Januari 2026 13:46 WIB
Bulog: 70 Ribu Hektare Sawah Rusak di Sumatra Siap Beroperasi Kembali dalam 3 Bulan
Kondisi wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Senin (8/12/2025). (foto: muzakirmanaf1964/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pemerintah akan segera memulihkan 70 ribu hektare lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatra.

Percepatan perbaikan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

"70 ribu hektare tersebut akan dikembalikan, akan diperbaiki lagi oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Luasannya cukup signifikan sehingga tentu berdampak pada hasil panen masing-masing daerah," ujar Ahmad Rizal dalam konferensi pers awal tahun di Kantor Pusat Perum BULOG, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:

Meski luasannya besar, Ahmad memastikan lahan pertanian yang terdampak dapat kembali beroperasi dalam 2-3 bulan ke depan, berkat program percepatan pemulihan yang digagas Kementerian Pertanian.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemerintah akan fokus memulihkan 11.000 hektare sawah yang rusak total (puso) dengan anggaran Rp400 miliar.

Program pemulihan lahan ini, termasuk cetak sawah baru, dijadwalkan berjalan mulai Januari 2026.

"Anggarannya sudah ada, dan Presiden telah memerintahkan langkah cepat untuk memulihkan lahan sawah agar kehidupan petani kembali normal," terang Amran di Istana Kepresidenan pada Desember 2025.

Selain sawah, pemerintah juga akan memulihkan lahan perkebunan kopi, kakao, dan tanaman lain, serta menyalurkan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) secara gratis untuk mendukung produktivitas petani.

Pemulihan ini dianggap penting tidak hanya untuk mengembalikan aktivitas pertanian, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi dampak bencana alam.

"Prioritas utama adalah kehidupan petani kembali pulih, hasil panen stabil, dan ketahanan pangan tetap terjaga," kata Amran.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Siap, BNPB Diminta Segera Ajukan Dana Pemulihan Bencana
BTN Terlibat Aktif Dukung Danantara Bangun Huntara untuk Percepat Pemulihan Warga Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Apresiasi Kesigapan Gubernur Sumut, Minta Aceh Lebih Cepat Memberi Data
Bareskrim Polri Siap Tetapkan Tersangka Kasus Pembalakan Liar di Tapanuli Selatan Pekan Depan
Harga Pangan 2 Januari 2026: Beras dan Gula Turun, Cabai Masih Fluktuatif
Indonesia di Persimpangan Krisis dan Harapan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru