BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

Tertinggi dalam Sejarah Pengadaan Pangan Nasional! BULOG Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras Petani, Sumut Serap Hampir 15 Ribu Ton

Dodi Kurniawan - Kamis, 04 Juni 2026 13:23 WIB
Tertinggi dalam Sejarah Pengadaan Pangan Nasional! BULOG Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras Petani, Sumut Serap Hampir 15 Ribu Ton
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Perum Bulog mencatat capaian baru dalam program pengadaan gabah dan beras dalam negeri.

Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan pangan nasional.

Baca Juga:

Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga beras.

Di Sumatera Utara, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut mencatat realisasi serapan sebesar 14.992,34 ton beras.

Angka tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog untuk hadir langsung di tengah petani dan memastikan hasil panen terserap secara optimal.

"Realisasi serapan sebesar 14.992,34 ton beras di wilayah kerja Kanwil Sumut menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut Bulog, keberhasilan serapan gabah dan beras tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, pelaku usaha penggilingan padi, hingga jajaran Bulog yang bekerja selama musim panen berlangsung.

Kebijakan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai turut berperan dalam meningkatkan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga harga jual hasil panen.

Selain mendukung kesejahteraan petani, tingginya serapan gabah juga berdampak pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah.

Saat ini stok beras yang dikelola Bulog disebut telah melampaui 5 juta ton, menjadikannya salah satu level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Cadangan tersebut akan digunakan untuk berbagai program pemerintah, antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga kebutuhan penanganan bencana dan gejolak pasokan di berbagai daerah.

Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun.

Optimisme tersebut didukung masih berlangsungnya musim panen di sejumlah sentra produksi padi nasional.

Bagi pemerintah, capaian serapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi serta tantangan pangan global.

"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ujar Budi.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
Kejagung Sebut Dadan Hindayana Cs Bersekongkol dalam Korupsi Program MBG
Tiga Rumah Dinas Pejabat OPD di Tanjab Timur Kosong, Pemkab Diminta Evaluasi Aset
Deretan Kontroversi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Program MBG: Pengadaan Motor Listrik hingga Usulan Serangga sebagai Sumber Protein
Polemik Akomodasi ASEAN U-19 di Medan, PSSI Sumut Angkat Bicara
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Usai OTT Dugaan Suap Pengurusan Izin Tinggal WNA
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Piring Anak, Gengsi Presiden

Piring Anak, Gengsi Presiden

OlehVirdika Rizky UtamaNEGARA tidak pernah hanya memberi nama. Negara memberi tempat kepada sesuatu dengan cara menamainya. Sebelum ada nam

OPINI
Menatap Babak Baru MBG

Menatap Babak Baru MBG

Oleh Yakub F. IsmailUJIAN penting kini menghinggapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kabar pencopotan Kepala Badan Gizi Na

OPINI