Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia menegaskan negara tidak akan membiarkan praktik yang merugikan petani, mengingat sekitar 15 juta masyarakat bergantung pada komoditas kelapa sawit.
"Tidak boleh kita rugikan petani. Kalau harga dunia naik dan kurs naik, tetapi harga di petani turun, itu tidak masuk akal," kata dia.
Amran juga menyebut persoalan harga TBS menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku sempat menerima komunikasi langsung dari Presiden untuk memastikan kebijakan pemerintah berpihak kepada petani sawit.
"Perintah Bapak Presiden sangat jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali normal, bahkan naik mengikuti pergerakan pasar," ujarnya.
Dalam evaluasi rapat tersebut, sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah dilaporkan mulai mengalami pemulihan.
Namun pemerintah menargetkan normalisasi penuh dalam waktu dekat, termasuk memastikan keseragaman harga di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) dan petani.
Amran menegaskan tidak akan ada kompromi bagi perusahaan yang belum menyesuaikan harga.
"Mulai hari ini tidak ada lagi kompromi. Yang belum menyesuaikan akan kami periksa," kata dia.
Selain penertiban harga, pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem industri sawit melalui hilirisasi dan pengembangan bioenergi.
Program tersebut mencakup pengembangan biodiesel hingga bioetanol untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Amran menegaskan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia harus memastikan petani menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat kenaikan harga komoditas tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.