BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Ekspor Sawit Indonesia ke Uni Eropa Tembus US$1,51 Miliar, EUDR Jadi Tantangan Baru

Johan - Minggu, 28 Juni 2026 10:10 WIB
Ekspor Sawit Indonesia ke Uni Eropa Tembus US$1,51 Miliar, EUDR Jadi Tantangan Baru
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di satu sisi, regulasi tersebut menjadi momentum memperbaiki tata kelola industri sawit melalui penguatan legalitas lahan, sertifikasi, sistem rantai pasok, hingga perlindungan lingkungan.

Namun di sisi lain, aturan tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya kepatuhan bagi pelaku usaha karena adanya kewajiban due diligence, geolokasi, traceability, dan pembuktian bebas deforestasi.

Kemendag menilai tantangan terbesar akan dihadapi petani sawit skala kecil yang masih memiliki keterbatasan dalam pendataan, penggunaan teknologi, hingga pembiayaan.

"Oleh karena itu, Indonesia mendorong agar implementasi EUDR selaras dengan prinsip perdagangan yang adil, berkelanjutan, mempertimbangkan kondisi negara produsen, serta tidak menjadi hambatan terselubung yang menghambat akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa," kata Johni.

Untuk menjaga akses pasar, pemerintah terus melakukan diplomasi melalui berbagai forum bilateral maupun perundingan teknis.

Indonesia juga meminta Uni Eropa memberikan kejelasan teknis, masa transisi yang memadai, serta mengakui sistem keberlanjutan yang telah diterapkan Indonesia.

Selain itu, pemerintah memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui pengembangan sistem traceability, penguatan legalitas lahan, pendataan petani, peningkatan sertifikasi keberlanjutan, hingga peningkatan kapasitas eksportir.

Kemendag juga menyiapkan strategi diversifikasi pasar ekspor agar tidak bergantung pada Uni Eropa.

Kawasan Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan sebagian Afrika dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar alternatif.

Berdasarkan data Export Potential Map dari International Trade Centre (ITC), potensi ekspor sawit Indonesia yang belum tergarap mencapai lebih dari US$10 miliar.

Pakistan menjadi negara dengan potensi terbesar sekitar US$944 juta, disusul China US$691 juta, Bangladesh US$522 juta, dan India US$232 juta.

Johni menilai besarnya potensi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor sawit melalui peningkatan promosi perdagangan dan optimalisasi kerja sama ekonomi dengan negara-negara tujuan baru.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Google Finance Era Baru: AI Bantu Investor Analisis Saham, Kripto, hingga Portofolio
Harga Emas Antam Hari Ini Bertahan di Rp2,66 Juta per Gram, Waktunya Beli atau Jual?
Sejarah Suku Melayu Deli di Medan, Berakar dari Kesultanan Deli dan Perkembangan Budaya Pesisir
Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Oper Sana, Oper Sini
MBG, Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo yang Sampai ke Piring Rakyat Kecil
Menkeu Purbaya Tegaskan Patriot Bond dan Merah Putih Bond Bukan Pengampunan Pajak: Uang Aman, Tapi Perusahaan Tetap Diperiksa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru