BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Jelang HUT ke-81 RI, Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia

Dharma - Sabtu, 15 Agustus 2026 10:57 WIB
Jelang HUT ke-81 RI, Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. (Foto: Dok. Kementerian Pertanian)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.

Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, beras Indonesia akan kembali dikirim ke luar negeri, kali ini menuju Malaysia.

Pengiriman perdana tersebut berupa 1.000 ton beras premium.

Baca Juga:

Langkah ini menjadi penanda bahwa produksi beras nasional tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai kembali memasuki pasar internasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi kabar baik sekaligus sejarah baru dalam hubungan perberasan kedua negara.

Kerja sama tersebut telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu.

"Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," jelas Amran di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Amran, keputusan membuka kembali ekspor beras dilakukan setelah pemerintah memastikan persediaan beras nasional mencukupi.

Saat ini, stok beras yang berada di Bulog disebut mencapai 5,2 juta ton.

Pemerintah juga telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk mengantisipasi produksi beras nasional yang masih berada pada level tinggi.

"Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," ucap dia.

Amran mengatakan berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2025.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk membuka peluang ekspor. Namun, kebutuhan beras di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

Pengiriman beras ke Malaysia akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras premium.

Volume ekspor tersebut berpeluang meningkat. Pemerintah bahkan menargetkan pengiriman hingga 200.000 ton beras per tahun untuk memenuhi kebutuhan Sarawak.

"Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," ujar Amran.

Menurut Amran, Malaysia memberikan apresiasi terhadap kemampuan Indonesia untuk kembali memasok beras ke negara tetangga.

Amran menegaskan bahwa ekspor beras bukan semata-mata persoalan perdagangan antarnegara.

Pemerintah berharap terbukanya pasar internasional dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

Menurut dia, semakin luas pasar yang dapat dijangkau beras Indonesia, semakin besar pula peluang petani memperoleh nilai ekonomi dari hasil produksinya.

"Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor," tekannya.

Pemerintah juga memastikan beras yang dikirim ke Malaysia memenuhi standar pasar negara tujuan.

Beras tersebut merupakan beras premium dengan kualitas yang akan tetap dijaga.

Dengan kondisi stok nasional yang disebut mencapai jutaan ton dan produksi yang diperkirakan meningkat, pemerintah kini mulai membuka kembali pasar ekspor beras.

Malaysia menjadi salah satu tujuan awal setelah Indonesia sebelumnya pernah mengirim beras ke sejumlah negara.* (di/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sebut Kondisi 255 Pelajar yang Diduga Keracunan MBG Tak Mengkhawatirkan, Ini Profil Bupati Karo Antonius Ginting
Baliho Ultah Jokowi Dipertanyakan, LP3HI: Pakai Duit Rakyat atau Bukan?
353 Pelajar di Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Salahkan Siapa Pun
Membedah Kawan dan Lawan Prabowo dalam Pidato di Sidang MPR 2026
Harga Cabai dan Ayam Naik Hari Ini, Bawang hingga Daging Sapi Justru Turun
IHSG Merah Pekan Ini! Kapitalisasi Pasar BEI Justru Tembus Rp11.243 Triliun, Ini 10 Saham Paling Anjlok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru