BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Pelatihan Pertanian Cabai Dampingan MPM PWM Sumut Masuk Tahap Tanam

Hadyan - Selasa, 22 September 2026 12:54 WIB
Pelatihan Pertanian Cabai Dampingan MPM PWM Sumut Masuk Tahap Tanam
Ketua MPM PWM Sumut Maulana Muttaqien, Sekretaris Abyadi Siregar dan Wakil Ketua PDM Langkat Wahidin, instruktur dari Dinas TPH Budi dan Junaidi dan para peserta melakukan penanaman cabai secara simbolik
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LANGKAT – Setelah satu bulan proses penyamaian bibit, pelatihan pertanian cabai dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, Sumut, memasuki masa tanam.

Penanaman tersebut berlangsung, Senin (21/09/2026), dilakukan secara simbolik oleh Ketua MPM PWM Sumut Maulana Muttaqien dan Sekretaris Abyadi Siregar, Senin (21/09/2026).

Turut juga dilakukan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Langkat yang juga Koordinator Bidang (Korbid) MPM PDM Wahidin, instruktur/pelatih dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Budi dan Junaidi, tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tanjung Putus Afifuddin, Ketua Kelompok Tani Salamun dan dilanjutkan oleh 13 peserta pelatihan.

Baca Juga:



Kepada bitvonline.com, Wahidin dan Salamun menjelaskan, penanaman cabai tersebut dilakukan di lokasi lahan tempat pelatihan yang luasnya sekitar satu rante. Di area itu, ditanam sekitar 1.000 batang bibit cabai yang telah berusia satu bulan lebih.

Sementara para peserta, sejak awal tercatat sebanyak 15 orang petani. Namun dalam perjalanannya, yang bertahan sebanyak 13 orang. Menurut Wahidin, sebagian besar para peserta, juga membuat penanaman cabai di lahan masing-masing.

"Jadi, lahan ini merupakan tempat pelatihan atau pembelajaran bagi seluruh peserta. Dari pengetahuan yang diperoleh dari lokasi ini, masing-masing peserta akan menerapkannya di lahan masing-masing. Karena memang, bibitnya masih banyak tersedia yang akan dibagikan kepada peserta pelatihan," jelas Wahidin.

BIBIT CMK TAVI
Instruktur/pelatih dari Dinas TPH Budi didampingi rekannya Junaidi menjelaskan, bibit yang digunakan dalam pelatihan penanaman cabai ini adalah jenis benih CMK TAVI. Menurut Budi, bibit tersebut merupakan benih yang tahan terhadap virus/hama.

Arti kode TAVI adalah singkatan dari Tahan Virus (khususnya Gemini Virus yang menyebabkan penyakit bule/daun kuning). Benih ini sangat diminati petani karena memiliki produktivitas tinggi, adaptif di dataran rendah hingga tinggi, dan aman dari serangan virus yang sering menggagalkan panen.

"Kalau untuk tanaman cabai, yang diutamakan adalah bibit yang tahan virus. Soalnya, serangan hama terhadap tanaman cabai sangat banyak. Maka itu, kita gunakan bibit CMK TAVI. Benih ini sudah teruji. Sudah banyak petani menggunakan CMK TAVI ini. Dan, berhasil," jelas Budi.

Budi mengatakan, meski ada saja kendala di lapangan, tapi akan terus diupayakan agar pelatihan penanaman cabai ini berhasil dan mampu menghasilkan produksi yang besar. "Kita upayakan semaksimal mungkin, agar pelatihan ini berhasil hingga sampai panen," katanya.

BERHARAP SUKSES DAN BERKELANJUTAN
Ketua MPM PWM Sumut Maulana Muttaqien pada kesempatan itu menyampaikan harapannya agar pelatihan pertanian penanaman cabai ini berhasil.

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru