BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Datang untuk Konsultasi Rehab, Pria di Medan Mengaku Malah Disekap dan Dianiaya Selama 4 Bulan

Johan - Selasa, 22 September 2026 15:00 WIB
Datang untuk Konsultasi Rehab, Pria di Medan Mengaku Malah Disekap dan Dianiaya Selama 4 Bulan
MZ (Kanan) bersama kuasa hukumnya, Halomoan Panjaitan (kiri) ketika diwawancarai di Polda Sumut, Senin (21/9/2026). Mereka melaporkan panti rehabilitasi narkoba karena diduga menyiksa MZ. (foto: Tribun Medan/Fredy Santoso)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Seorang pria berinisial MZ (40), warga Kabupaten Labuhanbatu, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang disebut dialaminya di sebuah panti rehabilitasi narkoba di Jalan Sering, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

MZ mengaku awalnya datang ke panti tersebut untuk berkonsultasi sekaligus melihat fasilitas rehabilitasi.

Namun, menurut pengakuannya, ia justru langsung dimasukkan ke ruang isolasi meski belum menyepakati program rehabilitasi maupun biaya.

Baca Juga:

Selama sekitar empat bulan berada di tempat tersebut, MZ mengaku mengalami penganiayaan sebanyak tiga kali.

Ia menyebut mengalami sejumlah luka memar di tubuh serta gangguan pada bagian gendang telinga berdasarkan pemeriksaan dokter.

MZ kemudian melaporkan dugaan penyekapan, perampasan kemerdekaan, dan penganiayaan itu ke Polda Sumatera Utara.

MZ mengatakan persoalan tersebut bermula pada 11 Mei 2026.

Saat itu, ia mengaku sebagai pengguna rokok elektrik yang mengandung narkotika dan kemudian berkonsultasi dengan pihak panti rehabilitasi.

Setelah berkomunikasi melalui telepon, MZ mengaku sepakat datang ke Medan untuk melihat fasilitas rehabilitasi.

Pada 18 Mei 2026, ia berangkat dari Labuhanbatu menggunakan kereta api. Setibanya di Medan, MZ mengaku dijemput oleh pihak panti.

Namun, menurut MZ, dirinya kemudian langsung dibawa masuk ke ruang isolasi.

"Saya dijemput di stasiun kereta api, kemudian dibawa di tempat rehab awalnya cuma mau konsultasi doang, belum ada kita deal-dealan masalah harga dan lain-lain. Ternyata saya langsung dimasukkan ke dalam ruangan mereka, semacam penjaralah gitu kan, ruangan isolasi orang itu," kata MZ, Senin (21/9/2026).

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sebulan Usai Puting Beliung Medan Johor, Warung Sumarni Bangkit tapi Harus Terlilit Utang
Anak Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Sekolah, Polresta Banda Aceh Lakukan Penyelidikan
Lapas Labuhan Ruku Bersama APH Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine terhadap 100 WBP, Hasilnya Nihil Narkoba
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Diperiksa Polda Terkait SPT Dhody Tahir
Mantan Istri Andre Taulany Adukan Rieke Diah Pitaloka ke MKD DPR RI, Ini Alasannya
PLN Padamkan Listrik hingga 5 Jam di 18 Lokasi Medan Hari Ini, Cek Daftar dan Jadwalnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru