Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MZ mengatakan dirinya sempat memprotes tindakan tersebut. Namun, ia mengaku protesnya tidak mendapat tanggapan dari pihak panti.
Dua hari setelah berada di panti, atau pada 20 Mei 2026, MZ mengaku melihat petugas memeriksa tas miliknya.
Menurut dia, sejumlah barang seperti kartu ATM, kartu kredit dan barang pribadi lainnya kemudian diambil.
MZ mengaku memprotes tindakan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, protes itu justru berujung pada dugaan penganiayaan.
"Nah, ketika saya tanya, saya cuma hanya bertanya, komplain kenapa barang-barang saya diambil. Dibalas 'kau jangan bising kali,' katanya. Orang itu langsung masuk ke kamar, buka kerangkeng, saya langsung dipukulin di situ," katanya.
MZ juga mengaku sempat digantung pada sebuah tiang dan dipukuli.
"Saya dipukuli, saya ditarik, digantung di tiang restok. Itu tiangnya tinggi, jadi saya jinjit. Saya digebukin lagi di situ, rusuk dipukul," sambungnya.
MZ mengklaim penganiayaan tersebut tidak hanya terjadi sekali.
Selama sekitar empat bulan berada di panti, ia mengaku mengalami penganiayaan sebanyak tiga kali.
Pada penganiayaan kedua, MZ menyebut mengalami sakit pada bagian telinga hingga akhirnya dibawa menjalani pemeriksaan medis.
Dalam kesempatan tersebut, MZ mengaku sempat mencoba melarikan diri. Namun, upaya tersebut gagal setelah dirinya kembali tertangkap.
MZ mengaku kembali mendapat kekerasan dan kemudian dikurung serta diborgol selama sekitar satu minggu.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.