"Solusinya Bukan Menutup Dokumen", Pengamat Kritik Sikap DPR yang Tutup Rapat Draf RUU Perampasan Aset
JAKARTA Desakan agar DPR RI membuka draf terbaru Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset kepada publik kembali menguat. Sejumlah kel
NASIONAL
JAKARTA— Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengusulkan agar partai politik di Indonesia diberikan izin untuk memiliki badan usaha.
Hal ini disampaikan Muzani dalam pernyataannya di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).
Menurut Muzani, saat ini undang-undang tidak mengizinkan partai politik berbisnis atau memiliki badan usaha sebagai sumber pendanaan.
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali regulasi tersebut demi memberikan alternatif sumber dana yang legal dan transparan bagi partai politik.
"Misalnya, apakah mungkin partai diizinkan untuk memiliki badan usaha partai? Badan usaha partai menurut undang-undang sekarang ini tidak dimungkinkan atau bagian yang dilarang partai politik berbisnis," ujar Muzani.
Muzani menjelaskan bahwa keberadaan badan usaha dapat membantu partai politik memperoleh pendanaan tambahan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengembangan kader.
Ia menekankan bahwa partai politik adalah tempat pembentukan pemimpin bangsa yang memerlukan pendanaan yang memadai.
"Nah, jika hal tersebut dimungkinkan tentu saja itu bisa menjadi harapan partai politik untuk mencari sumber-sumber perdanaan bagi kegiatan internal," tambahnya.
Lebih jauh, Muzani menilai bahwa memberi ruang bagi partai untuk memiliki badan usaha juga dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko korupsi dan penyalahgunaan keuangan partai politik.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dengan mencari akar masalah dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku.
"Pertanyaannya adalah apakah itu bisa memberi jaminan bagi turunnya angka penyalahgunaan keuangan bagi partai politik atau korupsi? Tentu saja semua ikhtiar harus dilakukan," ujar Ketua MPR RI itu.
Muzani menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya soal hukuman bagi pelaku, tetapi juga menemukan solusi dari sumber masalah yang memicu praktik korupsi dalam tubuh partai politik.
"Apa itu semua ikhtiar? Penyalahgunaan harus dihukum, tetapi sumber yang menjadi penyebab penyalahgunaan itu juga harus dicari penyebab, harus dicari solusinya," pungkasnya.*
(gl/a008)
JAKARTA Desakan agar DPR RI membuka draf terbaru Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset kepada publik kembali menguat. Sejumlah kel
NASIONAL
SERDANG BEDAGAI Dua pekerja pemotong rumput tewas setelah ditabrak truk Hino di Tol MedanTebing Tinggi, tepatnya di KM 52800 Jalur A, De
PERISTIWA
JAKARTA Sejumlah media asing menyoroti keputusan DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru. Destry
NASIONAL
SIDOARJO Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba&039ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo,
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kediamann
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai usulan pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh n
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026) untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF)
NASIONAL
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Tanjungbalai di ruan
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sePro
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar acara pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Tanjungbalai dari Eri
PEMERINTAHAN