Modus Licik Dibalut Batang Pisang, 10 Kg Ganja di Padangsidimpuan Digagalkan Polisi
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Di tengah kegalauan publik atas arah demokrasi Indonesia yang kian kabur oleh polarisasi dan pragmatisme politik, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP-PWMSU) kembali menggelar diskusi politik bulanan.
Diskusi dengan tema "Politik Kepartaian dan Masa Depan Bangsa" itu, berlangsung pagi ini, Sabtu (12/7), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah PWM Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang—akademisi, peneliti independen, dan politisi lintas partai.
Di antaranya Dr Warjio dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Faisal Riza dari UIN Sumatera Utara, Dr Mujahiddin dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr Soetarso dari PDI-P, Dr Amsal Nasution dari PKS, Edisaputra dari PAN, Budi Setiawan Siregar dari Partai Gerindra, Djamaluddin Pohan dari Partai Ummat, dan Ahmad Arif dari Partai Demokrat. Diskusi dipandu oleh moderator Dr Sahran Saputra.
Ketua LHKP-PWMSU, Shohibul Anshor Siregar menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi intelektual Muhammadiyah dalam mengarusutamakan dialog yang tercerahkan.
"Diskusi ini bukan sekadar refleksi. Tetapi bagian dari upaya merawat kewarasan publik dalam melihat politik secara substansial, bukan hanya seremonial dan elektoral," ujar Siregar.
Menurutnya, Muhammadiyah tengah menyiapkan landasan pemikiran yang kokoh menjelang Muktamar tahun 2027 yang akan digelar di Medan. Melalui diskusi-diskusi tematik bulanan ini, LHKP-PWMSU menghimpun gagasan-gagasan bening dari para akademisi dan peneliti independen, yang akan dijadikan masukan penting dalam perumusan arah perjuangan ke depan.
Politik Kepartaian, Cermin Kegamangan Bangsa
Diskusi kali ini memusatkan perhatian pada dinamika politik kepartaian yang semakin kehilangan akar ideologis dan terjebak dalam pusaran kekuasaan jangka pendek. Sejumlah pembicara menyoroti lemahnya partai politik dalam menjalankan fungsi kaderisasi, pendidikan politik, serta keterhubungan dengan rakyat.
Dalam konteks itu, Siregar menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak akan bersikap apatis, tetapi justru hadir untuk menawarkan optimisme yang rasional.
"Kita tidak sedang mencari musuh, tapi mencari sebab. Mengapa bangsa ini, yang dahulu lebih unggul dari Tiongkok dan India dalam berbagai ukuran kecuali jumlah penduduk, justru kini tertinggal? Jawabannya ada pada ketidakmampuan melakukan dekolonisasi," papar Siregar.
Ia merujuk pada pandangan tokoh-tokoh seperti Frantz Fanon, Edward Said, dan Gayatri Spivak dalam menjelaskan bagaimana mentalitas terjajah yang belum selesai menjadi penghambat utama pembangunan nasional. Ia juga mengutip pemikiran ekonom seperti almarhum Faisal Basri dan Sritua Arief, serta sastrawan Mochtar Lubis yang melihat krisis karakter dan moral sebagai akibat dari ketidaksadaran sejarah bangsa.
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Mata kiri sopir truk bernama Suprayogi (60) mengalami kebutaan setelah terkena lemparan batu saat terlibat cekcok dengan s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan analisis mengenai gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Preside
POLITIK
DELI SERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Su
KESEHATAN
MEDAN Seorang pria berinisial Tenang Simanungkalit (32) yang mengaku sebagai wartawan diduga menganiaya pemilik tempat usaha di kawasan Ja
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH SINGKIL Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Anugerah Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal mengalami gangguan mesin di perairan A
PERISTIWA
MEDAN Pengamat pelayanan publik Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Adhar Hakim, menyayangkan sikap Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli menyindir Presiden ke7 RI Joko Widodo setelah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Sol
POLITIK
PANGKALPINANG Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti mengamankan 39 kampil pasir timah kering dengan estimasi berat sekitar 1.560 kilogram ata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara mencatat kinerja Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRBPRS
EKONOMI