Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
DENPASAR – Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Denpasar, Minggu (13/7/2025).
Ia terpilih secara aklamasi, didukung mayoritas pemilik suara.
Namun, di balik kemenangan tersebut, kritik muncul dari sejumlah elemen masyarakat sipil, termasuk dari organisasi pengawas antikorupsi.
Sekretaris Jenderal DPP Garda Tipikor Indonesia (GTI), Deri Hartono, mempertanyakan kelayakan Demer menjabat posisi strategis tersebut, terutama terkait rekam jejaknya dalam proyek pengadaan alat pelindung diri (APD) saat pandemi COVID-19.
Dalam proyek bernilai lebih dari Rp3 triliun itu, Demer diketahui menjabat sebagai Komisaris PT Energi Kita Indonesia (EKI), perusahaan yang mendapat penunjukan langsung dari Kementerian Kesehatan.
Deri menjelaskan bahwa pada saat pengadaan proyek berlangsung, Demer juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, yang memiliki fungsi pengawasan terhadap sektor industri dan perdagangan, termasuk kementerian terkait proyek tersebut.
"Jabatan ganda itu menyisakan pertanyaan mendasar soal potensi konflik kepentingan. Sulit membayangkan bahwa ia tidak mengetahui proyek sebesar itu, baik sebagai pengawas DPR maupun sebagai komisaris perusahaan," ujar Deri kepada Jurnal Patroli News, Selasa (15/7/2025).
GTI menilai kondisi tersebut memiliki irisan langsung dengan Pasal 236 ayat (2) UU MD3, yang secara tegas melarang anggota DPR melakukan pekerjaan lain yang berkaitan langsung dengan kewenangan dan tugas lembaga legislatif.
Deri bahkan menyebut bahwa pelanggaran itu "bukan lagi dugaan", melainkan bisa dibuktikan secara formil melalui dokumen dan jabatan resmi yang dijabat Demer saat itu.
Tak hanya dari sisi legalitas formal, GTI juga menyoroti aspek etika dan kepatutan, merujuk pada AD/ART Partai Golkar.
Dalam dokumen internal partai, setiap calon pimpinan wajib memenuhi prinsip PDLT, yaitu Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela.
"Jika kader yang tengah dalam sorotan atas dugaan konflik kepentingan dan rangkap jabatan tetap dinilai memenuhi unsur 'tidak tercela', bagaimana nasib kader lain yang berjuang secara jujur dan lurus?" ungkap Deri dengan nada prihatin.
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI