Modus Licik Dibalut Batang Pisang, 10 Kg Ganja di Padangsidimpuan Digagalkan Polisi
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Isu rangkap jabatan sejumlah Wakil Menteri (Wamen) di Kabinet Merah Putih sebagai komisaris BUMN kembali menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal ini, Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) menyampaikan penjelasan resmi bahwa pemerintah tidak melanggar amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ketentuan jabatan rangkap.
Kepala PCO, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa tidak ada aturan hukum yang dilanggar oleh pemerintah, khususnya dalam konteks putusan MK terbaru yang berkaitan dengan posisi wakil menteri.
"Sejauh ini pemerintah tidak ada menyalahi amar-amar putusan MK. Kalau kita bicara amar putusan MK, tidak ada yang disalahi," ujar Hasan, Kamis (24/7/2025).
Menurut Hasan, amar putusan MK hanya secara eksplisit melarang menteri, kepala badan, atau kepala kantor negara untuk merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN.
Namun, posisi wakil menteri tidak termasuk dalam pembatasan tersebut.
"Yang tidak boleh itu cuma anggota kabinet selevel menteri atau kepala badan atau kepala kantor. Wamen sebelumnya juga sudah pernah jadi komisaris di beberapa BUMN, dan ini sudah berjalan sejak lama," jelasnya.
Diketahui, rangkap jabatan ini sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi melalui perkara Nomor 21/PUU-XXIII/2025 oleh Juhaidy Rizaldy Roringkon.
Dalam permohonannya, Juhaidy meminta agar Pasal 23 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara diubah, dengan menambahkan klausul larangan bagi wakil menteri untuk merangkap jabatan sebagai komisaris.
Namun, dalam sidang putusan yang digelar pada Kamis (17/7/2025), MK memutuskan untuk tidak menerima gugatan tersebut, sehingga tidak terjadi perubahan terhadap norma hukum yang berlaku saat ini.
Pemerintah menegaskan bahwa penempatan wakil menteri sebagai komisaris BUMN bukanlah hal baru.
Praktik ini telah berjalan dalam beberapa periode pemerintahan sebelumnya dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Mata kiri sopir truk bernama Suprayogi (60) mengalami kebutaan setelah terkena lemparan batu saat terlibat cekcok dengan s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan analisis mengenai gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Preside
POLITIK
DELI SERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Su
KESEHATAN
MEDAN Seorang pria berinisial Tenang Simanungkalit (32) yang mengaku sebagai wartawan diduga menganiaya pemilik tempat usaha di kawasan Ja
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH SINGKIL Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Anugerah Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal mengalami gangguan mesin di perairan A
PERISTIWA
MEDAN Pengamat pelayanan publik Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Adhar Hakim, menyayangkan sikap Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli menyindir Presiden ke7 RI Joko Widodo setelah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Sol
POLITIK
PANGKALPINANG Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti mengamankan 39 kampil pasir timah kering dengan estimasi berat sekitar 1.560 kilogram ata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara mencatat kinerja Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRBPRS
EKONOMI