Mahasiswa UMY Amankan Pria Diduga Intel Usai Demo, Polda DIY: Benar Anggota Kami
YOGYAKARTA Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membenarkan seorang anggotanya yang bertugas sebagai personel intelijen sempat diamank
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO - Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya buka suara mengenai isu "jaket biru" yang belakangan ramai dikaitkan dengan tudingan ijazah palsu terhadap dirinya.
Dalam klarifikasinya, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak pernah berbicara soal warna apa pun, termasuk soal jaket biru yang viral di media sosial.
"Nggak ada, saya nggak pernah berbicara warna," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (31/7).
Isu ini sebelumnya mencuat dalam rangkaian spekulasi di publik, menyusul pernyataan Jokowi beberapa waktu lalu yang menyebut adanya "orang besar" yang membekingi kasus tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
Ketika ditanya lebih lanjut soal sosok "orang besar" yang pernah disebutnya, Jokowi memilih untuk tidak menyebutkan identitas secara gamblang.
"Bukan tidak mengetahui, saya sampaikan ada 'orang besar' yang memback up," ucap Jokowi.
Namun ia menegaskan, bahwa sosok yang dimaksud bukanlah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Beliau (SBY) adalah negarawan yang baik," tambah Jokowi, sekaligus mengklarifikasi dugaan yang sempat berkembang di ruang publik.
Jokowi Ingatkan Publik Tidak Saling Tuduh
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mengimbau agar tidak ada pihak yang merasa tertuduh secara sepihak tanpa dasar yang jelas.
"Jangan ada yang merasa tertuduh. Jangan menyimpulkan sesuatu tanpa fakta," tegasnya.
Latar Belakang Isu
Isu "jaket biru" dan "orang besar" muncul setelah pernyataan Jokowi di beberapa wawancara yang menyiratkan bahwa ada aktor di balik tudingan palsu terkait ijazah kuliahnya. Isu ini lalu dikaitkan warganet dengan sosok tertentu, termasuk dengan elite politik dan mantan pemimpin nasional.
Hingga kini, belum ada kejelasan siapa sebenarnya sosok yang dimaksud, sementara spekulasi publik terus berkembang.
Penutup
Klarifikasi terbaru Jokowi ini diharapkan dapat meredakan spekulasi yang berkembang luas di media sosial, terutama yang tanpa dasar bukti kuat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam beropini, serta tidak menyeret nama-nama tanpa fakta valid.* (j006)
YOGYAKARTA Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membenarkan seorang anggotanya yang bertugas sebagai personel intelijen sempat diamank
HUKUM DAN KRIMINAL
MEXICO CITY Tim nasional Kolombia meraih kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Uzbekistan dengan skor
OLAHRAGA
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pela
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Titiek Sugiharti, meninjau pela
PEMERINTAHAN
TAPTENG Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menemui langsung warga yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati, Rabu, 17 Jun
PEMERINTAHAN
PEMATANGSIANTAR Kebakaran hebat melanda kawasan Pajak Parluasan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis dini hari, 18 Juni 2026. Peri
PERISTIWA
JAKARTA Pasar ponsel pintar kelas harga Rp2 jutaan semakin kompetitif pada pertengahan 2026. Dengan dana terbatas, konsumen kini sudah bis
SAINS DAN TEKNOLOGI
TEBING TINGGI Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, mengapresiasi pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah mengantongi sejumlah informasi terkait dugaan praktik pemerasan dalam pengu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk mengikuti kunjungan kerja
NASIONAL