Gerindra Bongkar Warisan Berat yang Diterima Prabowo: Gunung Dibabat, Mineral Keluar Negeri!
JAKARTA Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti, menilai Presiden Prabowo Subianto mewarisi paradoks ekonomi Indonesia yang selama berta
EKONOMI
JAKARTA — Serangan naratif dan tuduhan sepihak terhadap Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung, yang menilai bahwa berbagai opini negatif yang tersebar di ruang publik merupakan bentuk framing tidak proporsional dan berpotensi bermuatan politis.
Menurut Nasky, opini-opini yang berkembang tidak hanya berangkat dari informasi yang belum terverifikasi, tetapi juga terkesan diarahkan untuk mendiskreditkan pribadi maupun peran strategis Jenderal Dudung dalam pemerintahan saat ini.
"Framing seperti ini merupakan bentuk pencampuran informasi yang tidak relevan demi membentuk persepsi publik sesuai kepentingan pihak tertentu. Ini berbahaya karena tidak berdasarkan bukti atau data yang sahih," ujar Nasky dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025) di Jakarta.
Nasky yang juga Founder Nasky Milenial Center mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak mudah terbawa oleh narasi yang menyesatkan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga akal sehat dalam menyikapi dinamika politik, sembari tetap menghargai kritik konstruktif dalam semangat demokrasi.
"Narasi sesat dan framing jahat hanya akan menimbulkan kegaduhan dan salah kaprah di tengah masyarakat. Kita butuh suasana yang tenang dan fokus dalam membangun bangsa," lanjutnya.
Terkait isu program rumah prajurit TNI AD yang kembali mencuat, Nasky menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah inisiatif Jenderal Dudung, melainkan program yang telah berjalan sejak masa kepemimpinan sebelumnya.
Justru, menurutnya, saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung melakukan penataan dan penyelesaian atas kebijakan tersebut agar lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kesejahteraan prajurit.
"Beliau sangat konsisten memperjuangkan kesejahteraan prajurit. Salah satu buktinya adalah keberhasilan dalam pembangunan 1.020 unit Rumah Dinas Type K-45, 62 unit Type K-70, dan 9 unit Rusun pada tahun 2021," jelas Nasky.
Nasky juga mengingatkan bahwa dalam konteks politik global, strategi menyerang tokoh-tokoh kunci pemerintahan atau yang memiliki peran penting dalam struktur kekuasaan dikenal sebagai decapitation strategy.
Strategi ini, lanjutnya, acap kali digunakan untuk melemahkan fondasi kekuasaan secara tidak langsung.
JAKARTA Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti, menilai Presiden Prabowo Subianto mewarisi paradoks ekonomi Indonesia yang selama berta
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah Aceh menegaskan revisi UndangUndang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) merupakan kebutuhan strateg
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, di zona hijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG meng
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah harga pangan strategis nasional mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Komoditas cabai dan bawan
EKONOMI
OlehYudi LatifSAUDARAKU, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu as
OPINI
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi merespons santai viralnya potongan video yang memperlihatkan dugaan percakapan Wakil Ketua
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B. Ponto, meminta proses pengisian kekosongan pimpinan Ombudsman RI
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Di tengah lo
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada awal perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang domestik dibuka melemah 0,03 persen ke p
EKONOMI
YOGYAKARTA Presiden ke5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku menangis setelah menonton film dokumenter
NASIONAL