BREAKING NEWS
Minggu, 05 April 2026

Rocky Gerung Balas Sindiran Menkeu Purbaya: "Kasir Tak Bisa Dorong Mesin Ekonomi"

- Selasa, 16 September 2025 15:14 WIB
Rocky Gerung Balas Sindiran Menkeu Purbaya: "Kasir Tak Bisa Dorong Mesin Ekonomi"
menkeu purbaya (kiri) & Pengamat Politik rocky gerung (kanan) (foto: canva/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung merespons sindiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan menyebut bahwa menteri keuangan tak lebih dari seorang "kasir" dalam struktur ekonomi nasional.

Sindiran itu dilontarkan Rocky saat menjadi pembicara dalam diskusi Indonesia Leaders Talk yang ditayangkan di YouTube pada Jumat (12/9/2025), sehari setelah Purbaya menyentil pernyataannya soal Presiden Jokowi yang disebut "nggak ngapa-ngapain".

"Pak Purbaya ini kasir. Sebagai kasir, dia mau mendorong mesin pertumbuhan. Tapi pertumbuhan ekonomi bukan ditentukan kasir, melainkan kementerian teknis seperti industri, perdagangan, dan pertanian," ujar Rocky Gerung.

Baca Juga:
Rocky menilai kementerian-kementerian teknis itu justru banyak dipimpin oleh "politisi tukang copet", sehingga harapan agar pertumbuhan ekonomi digerakkan secara efektif menjadi irasional.

"Bagaimana mungkin kasir mendorong pabrik, sementara kepala pabriknya politisi copet? Itu persepsinya di masyarakat," tegas Rocky.

Ia juga menyebut tugas utama Menteri Keuangan adalah mendistribusikan hasil pertumbuhan, bukan menciptakan pertumbuhan itu sendiri. Namun, langkah itu kerap terhambat karena intervensi politik dari kementerian yang dikuasai parpol.

"Publik melihat ekosistem ekonomi masih di bawah kendali kepentingan politik besar. Pemerintah optimis, tapi rakyat pesimis — dan pesimisme itu justru lebih rasional," sindirnya lagi.

Sindiran awal datang dari Purbaya Yudhi Sadewa saat menjadi pembicara dalam forum GREAT Lecture Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 Persen di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

"Saya mau ngritik Pak Rocky Gerung sedikit. Dia sering ledekin Jokowi 'nggak ngapa-ngapain'. Ini datanya Pak," ucap Purbaya sambil menunjuk grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2006 hingga 2025.

Menurut Purbaya, Presiden Jokowi berperan penting dalam menyelamatkan perekonomian saat pandemi COVID-19. Ia bahkan menyebut intervensi Presiden langsung memaksa dana bank sentral mengalir ke sistem ekonomi.

"Tahun 2020 kita hampir hancur. Tapi Presiden turun langsung, memaksa sistem bergerak. Dari 2021 sampai 2023 ekonomi mulai membaik," ungkapnya.

Namun, ia mengakui tantangan kembali muncul di 2023-2024, yang memicu keresahan sosial akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

Purbaya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen bukanlah angka ambisius, melainkan kebutuhan untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

"Kalau kita tidak kejar angka ini, maka kita akan terus terjebak. Jepang, Korea, dan China pernah mencapainya," kata Purbaya.

Ia menyoroti perlunya kolaborasi antara negara dan sektor swasta agar mesin pertumbuhan bisa kembali berjalan secara seimbang, setelah era Presiden SBY yang dipimpin swasta (private-led growth) dan era Jokowi yang dikendalikan negara (state-led growth).

"Sekarang saatnya mesin negara dan swasta bergerak bersama," tutupnya.*

(tb/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Pelantikan DPD ARUN SUMUT, Edi Perwira Ginting Mandataris DPC ARUN Binjai
Heboh! Tes Kehamilan Wajib di SMA Cianjur, Kemenkes dan KPAI Soroti Dampak Psikis
Kasir Karaoke Hilang Dalam Kebakaran Glodok Plaza, Pencarian Terus Berlanjut
Raffi Ahmad Klarifikasi Insiden Mobil RI 36, Mengaku Tidak di Lokasi Kejadian
98 Kartu Keluarga Warga Jembatan Pasopati Resmi Dipindahkan ke Rusun Rancaekek dan Solokan Jeruk
Siswa SMK Minta Maaf Usai Video Makan Siang Gratis Semangka dan Kangkung Viral
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru