BREAKING NEWS
Selasa, 15 September 2026

Prabowo dan Jokowi Bertemu, Ini Kata Luhut dan Bahlil

Abyadi Siregar - Minggu, 05 Oktober 2025 15:52 WIB
Prabowo dan Jokowi Bertemu, Ini Kata Luhut dan Bahlil
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (foto: Instagram)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (4/10/2025) di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, mendapat apresiasi dari berbagai tokoh, termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Luhut, hubungan yang baik antara seorang presiden dan mantan presiden adalah hal yang sangat positif dan harus terus dipertahankan.

"Bagus kan kalau presiden dengan mantan presiden bertemu, pemimpin guyub," ujar Luhut saat ditemui di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga:

Luhut, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menilai bahwa pertemuan antara dua pemimpin bangsa ini adalah langkah yang membangun komunikasi yang baik dan harmonis.

Meski demikian, Luhut enggan menjelaskan secara rinci isi percakapan antara Prabowo dan Jokowi.

"Ohh saya enggak tahu, tapi saya pikir mereka berdua kan pemimpin. Pemimpin dan mantan pemimpin itu ada yang mereka bicarakan. Jadi kita doakan semua kompak," tambahnya.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Bahlil menilai bahwa pertemuan kedua tokoh tersebut menunjukkan kematangan dan kekompakan pemimpin dalam menghadapai tantangan kebangsaan.

"Pertemuan ini adalah hal yang baik, apalagi sesama bapak bangsa saling bertemu. Bagus," ujar Bahlil, yang mengaku tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia juga berharap pertemuan ini dapat mempererat hubungan antara Prabowo dan Jokowi dalam menjalankan tugas negara.

Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi dilaksanakan pada Sabtu siang, berlangsung selama hampir dua jam, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Pertemuan ini, yang dibenarkan oleh ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, terjadi di kediaman Prabowo.

Meskipun durasi pertemuan cukup lama, baik Prabowo maupun Jokowi memilih untuk tidak membocorkan detail percakapan yang terjadi.

Syarif hanya memastikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung lancar, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Ya, betul (Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Prabowo di Kertanegara)," kata Syarif.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga hadir dalam acara peringatan HUT Ke-80 TNI di Monas, turut memberikan tanggapannya.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai masalah kebangsaan, yang mencakup sejumlah masukan dan rencana ke depan terkait arah kebijakan negara.

"Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta.

Meskipun tidak membeberkan rincian lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembahasan masalah kebangsaan dalam pertemuan tersebut.

Selain pertemuan tersebut, perhatian publik kini tengah tertuju pada insiden tragis ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan 37 santri.

Menteri Luhut dan Bahlil juga menyebutkan bahwa topik terkait keamanan dan keselamatan bangunan, khususnya di pondok pesantren, menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut.

Luhut menyarankan agar evaluasi lebih lanjut dilakukan terhadap bangunan-bangunan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebagai informasi tambahan, insiden musala ambruk tersebut menyebabkan banyak korban, termasuk santri yang tengah melaksanakan shalat berjamaah.

Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung, dan upaya pemerintah untuk menangani situasi ini sedang berlangsung dengan penuh perhatian.

Sebagai penutup, Luhut dan Bahlil berharap pertemuan ini bisa menjadi simbol dari kekompakan dan komunikasi yang baik antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Luhut pun menekankan pentingnya sinergi antara pemimpin dan mantan pemimpin untuk menjaga kestabilan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat melihat teladan dalam keberagaman pandangan politik, namun tetap berfokus pada satu tujuan besar: kesejahteraan dan kemajuan Indonesia.*


(km/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Cepat Pasca Ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny
Tak Terpengaruh Luhut, Purbaya Tetap Akan Potong Anggaran MBG yang Tak Terserap
Ada Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie, Komite Reformasi Kepolisian akan Dilantik Pekan Depan oleh Presiden Prabowo
Istana Beberkan Detil Pertemuan Jokowi dan Prabowo
Puan Maharani: Kebijakan Pertahanan Nasional Harus Berkesinambungan di Tengah Tantangan Global
Mensesneg: Jangan Dimaknai Senior Kurang dari Junior
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru