34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN — Wacana menghidupkan kembali pilkada tidak langsung kembali mencuat dalam perdebatan publik di Indonesia.
Isu ini kerap memicu respons emosional dan dianggap sebagian pihak sebagai ancaman bagi demokrasi.
Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan, H. Rusydi Nasution, menekankan bahwa diskusi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah seharusnya diletakkan pada kerangka evaluasi kebijakan, bukan sentimen semata.Baca Juga:
"Demokrasi itu bukan sekadar soal memilih langsung atau tidak langsung, tetapi soal apakah sistem tersebut mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang efektif, bersih, dan benar-benar bekerja untuk rakyat," kata Rusydi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan.
Sejarah ketatanegaraan Indonesia menunjukkan beragam model pengisian jabatan kepala daerah pernah diterapkan, mulai dari penunjukan administratif, pemilihan melalui DPRD, hingga pilkada langsung sejak 2005.
Menurut Rusydi, setiap model memiliki konteksnya masing-masing dan tidak serta-merta membuat pemerintahan daerah lumpuh.
Meski pilkada langsung lahir dari semangat reformasi dan perluasan partisipasi rakyat, Rusydi menilai evaluasi menyeluruh kini menjadi keniscayaan.
"Evaluasi pilkada langsung bukan berarti anti-demokrasi. Justru ini bentuk kedewasaan berdemokrasi, ketika kita berani mengoreksi sistem yang terbukti menimbulkan politik biaya tinggi, mendistorsi tujuan kita berbangsa dan bernegara, serta mengganggu fokus pelayanan publik," ujarnya.
Mantan bankir ini menyoroti praktik politik yang menyedot energi pemerintahan.
Kepala daerah terpilih kerap tersandera kepentingan politik jangka pendek, mulai dari balas jasa, modal uang, hingga persiapan kontestasi berikutnya, sehingga perhatian terhadap pelayanan publik dan pembangunan menjadi terabaikan.
Sejalan dengan garis ideologis Partai Gerindra, Rusydi menegaskan bahwa demokrasi harus memperkuat negara dan menyejahterakan rakyat. Mekanisme demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur, tetapi harus menghasilkan pemerintahan yang efektif dan berpihak.
"Jika sebuah mekanisme justru melemahkan kepemimpinan daerah, maka wajar untuk dikaji ulang secara terbuka dan rasional," katanya.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL