BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Januari 2026

Gerindra Padangsidimpuan : Pilkada Bukan Sekadar Mekanisme, Tapi Kepemimpinan yang Efektif

Indra Saputra - Kamis, 01 Januari 2026 16:14 WIB
Gerindra Padangsidimpuan : Pilkada Bukan Sekadar Mekanisme, Tapi Kepemimpinan yang Efektif
Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan, H. Rusydi Nasution. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN — Wacana menghidupkan kembali pilkada tidak langsung kembali mencuat dalam perdebatan publik di Indonesia.

Isu ini kerap memicu respons emosional dan dianggap sebagian pihak sebagai ancaman bagi demokrasi.

Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan, H. Rusydi Nasution, menekankan bahwa diskusi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah seharusnya diletakkan pada kerangka evaluasi kebijakan, bukan sentimen semata.

Baca Juga:

"Demokrasi itu bukan sekadar soal memilih langsung atau tidak langsung, tetapi soal apakah sistem tersebut mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang efektif, bersih, dan benar-benar bekerja untuk rakyat," kata Rusydi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan.

Sejarah ketatanegaraan Indonesia menunjukkan beragam model pengisian jabatan kepala daerah pernah diterapkan, mulai dari penunjukan administratif, pemilihan melalui DPRD, hingga pilkada langsung sejak 2005.

Menurut Rusydi, setiap model memiliki konteksnya masing-masing dan tidak serta-merta membuat pemerintahan daerah lumpuh.

Meski pilkada langsung lahir dari semangat reformasi dan perluasan partisipasi rakyat, Rusydi menilai evaluasi menyeluruh kini menjadi keniscayaan.

"Evaluasi pilkada langsung bukan berarti anti-demokrasi. Justru ini bentuk kedewasaan berdemokrasi, ketika kita berani mengoreksi sistem yang terbukti menimbulkan politik biaya tinggi, mendistorsi tujuan kita berbangsa dan bernegara, serta mengganggu fokus pelayanan publik," ujarnya.

Mantan bankir ini menyoroti praktik politik yang menyedot energi pemerintahan.

Kepala daerah terpilih kerap tersandera kepentingan politik jangka pendek, mulai dari balas jasa, modal uang, hingga persiapan kontestasi berikutnya, sehingga perhatian terhadap pelayanan publik dan pembangunan menjadi terabaikan.

Sejalan dengan garis ideologis Partai Gerindra, Rusydi menegaskan bahwa demokrasi harus memperkuat negara dan menyejahterakan rakyat. Mekanisme demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur, tetapi harus menghasilkan pemerintahan yang efektif dan berpihak.

"Jika sebuah mekanisme justru melemahkan kepemimpinan daerah, maka wajar untuk dikaji ulang secara terbuka dan rasional," katanya.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perda Kawasan Tanpa Rokok di Medan Resmi Berlaku, Denda Pelanggar Hingga Rp200 Ribu
PDIP Menolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Hak Rakyat Jangan Diambil!
Balai Kota dan DPRD Medan Diminta Jadi Teladan Perda Kawasan Tanpa Rokok
Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, Gubernur Sumut Bobby Nasution: Saya Ikut Kata Gerindra
Politik Uang di Pilkada Bisa Dikendalikan Lewat Metode Baru Ini
DPRD Bali dan Gubernur Koster Sahkan Regulasi Penting untuk Masa Depan Pulau Dewata
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru