Bupati Karo Dukung Tim Paduan Suara GBKP Tampil di Panggung Internasional
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
PADANGSIDIMPUAN — Wacana menghidupkan kembali pilkada tidak langsung kembali mencuat dalam perdebatan publik di Indonesia.
Isu ini kerap memicu respons emosional dan dianggap sebagian pihak sebagai ancaman bagi demokrasi.
Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan, H. Rusydi Nasution, menekankan bahwa diskusi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah seharusnya diletakkan pada kerangka evaluasi kebijakan, bukan sentimen semata.Baca Juga:
"Demokrasi itu bukan sekadar soal memilih langsung atau tidak langsung, tetapi soal apakah sistem tersebut mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang efektif, bersih, dan benar-benar bekerja untuk rakyat," kata Rusydi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan.
Sejarah ketatanegaraan Indonesia menunjukkan beragam model pengisian jabatan kepala daerah pernah diterapkan, mulai dari penunjukan administratif, pemilihan melalui DPRD, hingga pilkada langsung sejak 2005.
Menurut Rusydi, setiap model memiliki konteksnya masing-masing dan tidak serta-merta membuat pemerintahan daerah lumpuh.
Meski pilkada langsung lahir dari semangat reformasi dan perluasan partisipasi rakyat, Rusydi menilai evaluasi menyeluruh kini menjadi keniscayaan.
"Evaluasi pilkada langsung bukan berarti anti-demokrasi. Justru ini bentuk kedewasaan berdemokrasi, ketika kita berani mengoreksi sistem yang terbukti menimbulkan politik biaya tinggi, mendistorsi tujuan kita berbangsa dan bernegara, serta mengganggu fokus pelayanan publik," ujarnya.
Mantan bankir ini menyoroti praktik politik yang menyedot energi pemerintahan.
Kepala daerah terpilih kerap tersandera kepentingan politik jangka pendek, mulai dari balas jasa, modal uang, hingga persiapan kontestasi berikutnya, sehingga perhatian terhadap pelayanan publik dan pembangunan menjadi terabaikan.
Sejalan dengan garis ideologis Partai Gerindra, Rusydi menegaskan bahwa demokrasi harus memperkuat negara dan menyejahterakan rakyat. Mekanisme demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur, tetapi harus menghasilkan pemerintahan yang efektif dan berpihak.
"Jika sebuah mekanisme justru melemahkan kepemimpinan daerah, maka wajar untuk dikaji ulang secara terbuka dan rasional," katanya.
Rusydi menambahkan bahwa demokrasi perwakilan melalui DPRD tetap sah secara konstitusional, asalkan dijalankan dengan transparansi, pengawasan publik, dan sistem partai yang sehat.
Menurutnya, diskursus pilkada seharusnya tidak dibingkai sebagai pertarungan ideologis, tetapi sebagai upaya mencari format demokrasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bangsa dan daerah.
Demokrasi, ujarnya, akan kehilangan makna jika tidak mampu menghadirkan kepemimpinan daerah yang kuat, bersih, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.*
(dh)
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Pemerintah Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap. Kepala Dinas Peker
PEMERINTAHAN
MEDAN Pada malam ke7 Ramadan 1447 H, Ustad Dr. Awaludin, M. Pd memberikan tausyiah singkat tentang kiat meraih kebahagiaan hidup di Mes
AGAMA
JAKARTA Sebanyak 1.000 unit kendaraan niaga asal India untuk operasional logistik Koperasi Merah Putih dilaporkan telah tiba di Indonesi
EKONOMI
MEDAN Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, menyoroti lonjakan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di
EKONOMI
TAPANULI SELATAN Anggaran sebesar Rp 428 juta untuk pelatihan bakal calon kepala sekolah (BCKS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan tiga mantan pejabat Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atas dugaan korupsi retribus
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA, BALI Dugaan perambahan hutan tanpa izin kembali mencuat di kawasan Hutan Pendem, Kabupaten Jembrana. Aktivitas pembukaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan reputasi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Dal
PEMERINTAHAN
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependud
PEMERINTAHAN