Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
JAKARTA — Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi berencana mengunggah salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilegalisir dan tanpa sensor ke akun media sosialnya.
Dokumen tersebut diperoleh langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Baca Juga:Bonatua menegaskan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar masyarakat dapat meneliti dokumen secara terbuka dan ilmiah.
"Sebagai orang yang punya tanggung jawab moral, saya memutuskan membagikan dokumen ijazah ini di media sosial saya. Silakan dicek nanti," kata Bonatua di kantor KPU RI, Senin, 9 Februari 2026.
Dokumen yang akan diunggah berasal dari institusi resmi, sehingga dapat dijadikan rujukan valid bagi publik.
Bonatua mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dokumen yang tidak jelas asal-usulnya karena rawan dimanipulasi dan menimbulkan fitnah.
"Kalau pakai dokumen yang tidak resmi, nanti ada elemen yang diubah karena kebencian, tanda tangan diubah, lalu orang-orang terjebak fitnah," ujarnya.
Bonatua berjanji akan mengunggah salinan ijazah pada malam hari, dan mengajak publik menjadikan isu ini sebagai diskursus sehat dengan pendekatan ilmiah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mengabulkan permohonan Bonatua terkait keterbukaan dokumen ijazah Presiden.
Sebelumnya, KPU RI hanya memberikan salinan ijazah Jokowi dengan sembilan elemen informasi yang disensor.
Setelah putusan KIP, sembilan elemen tersebut kini dibuka, meliputi: nomor kertas dan nomor ijazah, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), tanggal dan tempat lahir, tanda tangan pejabat legalisir, tanggal legalisasi, serta tanda tangan Rektor dan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bonatua mengambil dua salinan ijazah Jokowi yang digunakan untuk pencalonan presiden pada periode 2014–2019 dan 2019–2024.
"Yang atas salinan ijazah 2019, yang bawah 2014," ujarnya.*
Baca Juga:
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
BENGKAYANG Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Data kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank) menunjukkan angka berbeda cukup jau
EKONOMI
MEDAN Kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait temuan kayu gelondongan saat banjir di Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru.
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Jumlah siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati,
PERISTIWA
CILACAP PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelo
EKONOMI
MEDAN Siti Aisah, seorang asisten rumah tangga (ART) di Medan, divonis 6 tahun penjara karena terbukti menghilangkan nyawa bayi yang baru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Singapur
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak terlibat dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpr
POLITIK